Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seto Sebut Hujan Jadi Pengaruh Utama Hasil Imbang PSIM Jogja Lawan Persijap

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 8 Desember 2024 | 23:36 WIB
CARI FORMULA TERBAIK: Pelatih Kepala PSIM Jogja Seto Nurdiyantara saat ditemui usai latihan rutin di Stadion Mandala Krida, Jogja.
CARI FORMULA TERBAIK: Pelatih Kepala PSIM Jogja Seto Nurdiyantara saat ditemui usai latihan rutin di Stadion Mandala Krida, Jogja.

RADAR JOGJA - PSIM Jogja harus puas berbagi angka dengan Persijap Jepara dalam laga lanjutan kompetisi Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025 yang berlangsung di Stadion Kebo Giro, Sabtu (7/12) lalu.

Pertandingan yang awalnya berjalan cukup menarik dan terbuka, harus berakhir dengan skor kacamata atau 0-0 akibat kondisi lapangan yang licin akibat hujan deras yang mengguyur sejak pertengahan babak pertama.

Pelatih kepala PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro mengatakan bahwa hujan menjadi salah faktor yang sangat mempengaruhi jalannya pertandingan.

Sebagai gambaran, mantan pelatih PSS Sleman ini memberikan contoh ketika Laskar Mataram melawan Persijap Jepara lalu itu.

Menurutnya perubahan cuaca membuat permainan kedua tim menjadi lebih sulit.

"Sebelum hujan, baik PSIM dan Persijap asik sekali menyerang dan bagaimana mempersiapkan pertahanan masing-masing. Semua berjalan lancar dan beberapa peluang juga berhasil diciptakan. Tapi setelah adanya hujan ada sedikit kendala," ujarnya, Minggu (8/12).

Kendati demikian, Seto tetap meminta kepada para anak asuhnya supaya tetap bisa menghadapi setiap situasi yang ada pada setiap pertandingan, baik itu saat hujan ataupun panas.

Sehingga ke depan, persoalan kondisi cuaca ini harapannya bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh tim untuk mempersiapkan diri di laga-laga selanjutnya, mengingat saat ini cuaca juga masih tidak menentu.

"Tapi yang pasti itu mempengaruhi. Harapannya itu tidak berpengaruh banyak. Jadi kalau kami bandingkan situasi sebelum dan sesudah hujan pasti akan berbeda," tegasnya.

Laga yang mempertemukan antara PSIM Jogja dan Persijap Jepara itu sebenarnya sangat menarik.

Sebab laga ini merupakan laga yang mempertemukan dua tim papan atas di grup tengah kompetisi Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025.

Meskipun hujan mengguyur, kedua tim sebenarnya sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol.

Namun, buruknya kondisi lapangan dan ketatnya pertahanan lawan membuat peluang-peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.

Sehingga kedua tim harus rela bermain imbang dengan skor akhir 0-0.

"Karena pemain juga selain mendapatkan tekanan dari lawan, mereka juga dapat tekanan soal bagaimana mereka harus bisa mengontrol bola dengan kondisi yang licin," lontar Seto.

Hasil imbang ini membuat PSIM Jogja masih tertahan di peringkat dua klasemen sementara dengan raihan 22 poin dari 12 laga yang telah dimainkan.

Sedangkan untuk Persijap Jepara juga masih tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan mengemas 21 poin dari 12 laga yang telah di jalani. 

Editor : Bahana.
#Seto Nurdiayantoro #persijap #mainbola #PSIM Jogja