JOGJA - PSIM Jogja fokus menjaga kondisi fisik pemain selama jeda waktu libur putaran pertama Liga 2 2024/2025. Sebelumnya, para pemain mendapatkan jatah libur beberapa hari sebelum kembali berlatih untuk menyiapkan putaran kedua. Latihan perdana telah digelar pada Jumat (1/11) lalu.
Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara mengatakan, dua pekan waktu jeda kompetisi dimanfaatkan oleh tim pelatih untuk melihat kekurangan tim. Juga menganalisa kekuatan lawan guna tampil maksimal di putaran kedua.
Dalam jeda waktu libur kompetisi, Laskar Mataram juga fokus untuk menjaga kondisi fisik pemain. “Putaran kedua pasti akan lebih ketat. Harapan saya, kemarin sudah libur, kondisi fisiknya terjaga,” kata Seto kemarin (4/11).
Dia menyebut, selain fokus pada kondisi fisik, tim pelatih juga lebih intens untuk mengembalikan sentuhan bola para pemain ketika di lapangan. “Di sisa waktu yang ada kami tingkatkan fisiknya, terus kami coba kembalikan touch bolanya,” jelasnya.
Menurut Seto, hal itu penting mengingat evaluasi pada putaran pertama lebih banyak tentang peluang yang belum mampu dimaksimalkan para pemain untuk mencetak gol. Seto mengakui timnya masih banyak kekurangan. Selama jeda kompetisi, dirinya melakukan pembenahan. Terutama dalam kesabaran mencetak gol ke gawang lawan.
"Fokusnya tetap kami coba, kemarin masih banyak kekurangan. Bagaimana kesabarannya, banyak peluang tidak masuk, kami kembalikan lagi naluri golnya," ungkap pelatih asal Kalasan, Sleman, ini.
Dia mengakui, transisi pemain dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya masih belum rapi di beberapa laga. Hal itu juga tak luput dari perhatian Seto. "Bagaimana perubahan transisinya, itu yang kami cari,” ujarnya.
Meskipun termasuk tim tersubur pada putaran pertama, Seto tetap memberi catatan soal bagaimana pemain berduel dengan kiper lawan. Dia menegaskan menjadi tim paling subur di putaran pertama fase grup kompetisi belum jaminan bagi timnya lolos ke fase selanjutnya. Meskipun PSIM juga mencatatkan nirbobol pada tiga laga terakhir.
Seto berharap bekal baik dari putaran pertama kemarin dapat dibawa dan diterapkan kembali pada putaran kedua nanti. Penggawa Laskar Mataram diharapkan bisa menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol. Dengan hal itu, maka kepercayaan diri pemain bisa meningkat.
“Terus pertahanan juga bagus. Harapannya, bukan hanya di penyisihan ini. Tapi kami bawa di delapan besar nanti. Jadi, kami berpikirnya ke arah sana,” kata pelatih berlisensi AFC Pro ini.
PSIM sendiri menutup putaran pertama fase grup dengan berada di puncak klasemen Grup 2. Mengumpulkan 17 poin hasil dari 5 kali menang, 2 imbang dan 1 kali kalah.
Yudha Alkanza dan kolega juga menjadi tim paling produktif di semua grup di Liga 2 sejauh ini. Mencetak 19 gol dari 8 pertandingan yang dijalani. Torehan ini menjadikan PSIM sebagai tim paling produktif di Liga 2. Mereka unggul atas PSPS Pekanbaru yang mencetak 15 gol dari 8 laga di Grup 1. Serta Persibo Bojonegoro di Grup 3 yang mengemas 12 gol. (tyo/laz)
Editor : Heru Pratomo