RADAR JOGJA - Pada Kamis 5 September 2024 menjadi momentum yang istimewa bagi keluarga besar PSIM Jogja. Pasalnya pada tahun ini ganap 95 tahun sudah tim yang berjuluk Laskar Mataram ini mewarnai dunia sepakbola Indonesia.
Di usianya yang tergolong sepuh ini PSIM Jogja tetap memantok target untuk bisa lolos ke Liga 1 musim ini. Sebab, klub yang berdiri sejak 1929 silam itu merupakan satu dari tiga klub perintis yang belum merasakan kompetisi tertinggi sepakbola Tanah Air.
Memang di beberapa tahun terakhir ini PSIM Jogja terus bermain di kompetisi Liga 2. Sementara PPSM Magelang dan Madiun Putra FC sekarang masih berjuang di kompetisi Liga 3. Sedangkan empat klub lain sudah merasakan atmosfer pertandingan di Liga 1, yaitu adalah Persija Jakarta, Persib Bandung, Persis Solo dan Persebaya Surabaya.
Baca Juga: Keistimewaan Tak Hanya tentang Danais dari Pemprov DIY, tetapi Soal Identitas dan Proses Sejarah
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno secara pribadi menyatakan, di momentum 95 tahun PSIM Jogja ini, ia ingin tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja ini bisa berada di kasta yang selayaknya, yakni promosi ke Liga 1 musim ini. Selain itu, perempuan yang akrab disapa Liana itu juga ingin jajaran tim Laskar Mataram bisa membenahi performanya agar bisa membuat bangga semua lapisan yang ada, seperti stakeholder, masyarakat, ataupun pemerintah, terutama untuk Kota Jogjakarta.
"Jadi dari sisi performanya dulu yang harus dikuatkan dulu dari PSIM itu harapan jangka pendek saya. Kalau jangka panjangnya saya mau PSIM ini menjadi klub yang selalu saya harapkan dalam arti bisa dikelola secara profesional dengan baik dan nantinya bisa berkontribusi untuk skala nasional maupun Internasional," jelasnya kepada Radar Jogja, Rabu (4/9).
Liana menambahkan, di usia yang ke-95 tahun ini, manajemen PSIM Jogja mempunyai visi, yakni ingin membangun sepakbola di Jogjakarta dengan hati yang sangat tulus. Sehingga manajemen tim Laskar Mataram ini berjanji akan selalu bekerja keras di divisi manapun dan akan selalu memberikan yang terbaik untuk PSIM Jogja.
"Jadi diharapkan bisa membanggakan dan membuat bahagia Kota Jogja itu nomor satu. Tapi itu bukan tugas yang mudah. Jadi kalau kalau ditanya bisa janji gak, saya belum bisa janji. Yang saya bisa janjikan adalah akan selalu memberikan hati yang tulus serta terbaik, dan kami akan bekerja keras untuk visi tersebut," ucapnya.
Baca Juga: Kemenkumham DIY Upayakan Wayang Kulit Pucung Bantul Masuk dalam Perlindungan Indikasi Geografis
Baca Juga: Sopir Mengantuk, Mobil Brio Hilang Kendali Terbalik di Playen Gunungkidul
Hari Ulang Tahun (HUT) PSIM Jogja yang ke-95 tahun ini akan dirayakan secara sederhana di Pendopo Wisma PSIM Jogja, Rabu (4/9) pukul 19.45 secara sederhana dengan syukuran, doa bersama, dan pemotongan tumpeng. Namun pada perayaan tahun ini agak sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Sebab pada tahun ini perayaan itu akan dilakukan lebih tertutup, dalam arti yang diundang terbatas, seeprti seluruh stakeholder lokal atau keluarga besar PSIM Jogja, para suporter, baik dari Brajamusti ataupun The Maident, Manajemen, dan firs tim (tim utama musim 2024/2025) Laskar Mataram.
"Kami mau mengadakan kecil-kecilan saja. Tapi kami ingin mengadakan secara kekeluargaan tahun ini. Jadi kami kepengen semuanya santai, merasakan kebersamaan, dan kekeluargaan ini. Sebab kami mempunyai satu misi yang sama untuk membawa PSIM ke kasta yang lebih tinggi. Ini tugas kami bersama," cetusnya.
Disinggung mengenai target, Liana mengungkapkan akan tetap fokus untuk bisa membawa PSIM Jogja promosi ke Liga 1 di musim 2024/2025 ini. Selain itu, sebagai perempuan pertama yang memimpin tim Laskar Mataram ini sudah bertekad akan mengemban tugas berat itu. Sebab baginya PSIM Jogja ini berkaitan dengan Kota Jogjakarta yang tidak bisa dibuat untuk main-main.
"Ini tugas yang sangat berat dan marwahhnya juga sangat luar biasa. Ya kalau PSIM itu beda dengan klub-klub lain yang baru lahir. Kalau PSIM ini kan sebelum Indonesia merdeka sudah lahir. Jadi ini tugas yang bukan semata-mata main-main. Ini tugas serius dan saya penasaran lalu saya merasa kalau belum menyelesaikan tugas ini kayaknya dalam hidup saya seperti ada yang belum komplit," lontarnya.
Editor : Heru Pratomo