RADAR JOGJA – Start buruk dialami PSS Sleman di awal kompetisi Liga 1 musim 2024/2025. Dua kali kekalahan beruntun ditambah hukuman pengurangan poin. Membuat Super Elang Jawa terjerembab di dasar klasemen dengan poin minus tiga.
Pelatih kepala PSS Sleman Wagner Lopes pun angkat bicara mengenai persoalan tersebut. Baginya, memang terkait pengurangan tiga poin itu bukanlah suatu yang ideal untuk timnya di awal musim ini.
Akan tetapi secara pribadi bekas penyerang naturalisasi Timnas Jepang di Piala Dunia 1998 ini akan tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk para anak asuhnya. "Jadi kami lebih baik latih pemain dan lebih baik kami komunikasi untuk kami bisa lakukan yang terbaik ke depan," katanya, Selasa (20/8).
Lopes mengaku, memang situasi yang dihadapi PSS Sleman saat ini sangat berat. Akan tetapi jajaran pelatih tetap harus bisa memotivasi para pemainnya agar terus bisa melihat ke depan."Karena kami punya satu grup bukan hanya sebelas pemain. Maka kami harus fokus dengan tim apa yang harus kami lakukan ke depan dan tetap harus jalan terus," tegasnya.
Selain itu, Lopes juga akan melakukan beberapa evaluasi untuk timnya setelah menelan dua kali kekalahan di awal musim ini. Sebab menurutnya pelatih asal Brasil dan Jepang ini ke depan timnya harus bisa lebih baik lagi dari semua sektor untuk menghadapi lawan-lawannya. "Kami harus bisa bermain lebih baik lagi ke depan dan bisa mendapatkan hasil yang maksimal," lontarnya. (ayu/pra)
Editor : Satria Pradika