RADAR JOGJA – West Ham United pertimbangkan untuk membawa kasus yang diterima pemainnya, Lucas Paqueta atas dugaan pengaturan skor ke Pengadilan Arbitrase Olahraga.
Paqueta dituduh oleh FA terkait pengaturan skor dalam empat pertandingan dimana sang pemain asal Brazil itu sengaja menerima kartu kuning.
Namun, jika dia memang terbukti bersalah, maka sanksi seumur hidup bisa diberikan.
West Ham mendukung Paqueta dan sedang mempertimbangkan untuk pergi ke Pengadilan Arbitrase Olahraga di Lausanne untuk mencegah FA menyidangkan kasus ini.
Klub mempertanyakan yurisdiksi FA karena semua taruhan mencurigakan yang terkait dengan Paqueta terjadi di Brazil, di mana terdapat beban pembuktian yang lebih tinggi dalam kasus-kasus disiplin olahraga.
The Hammers berpendapat tidak masuk akal jika seorang pemain bisa kehilangan kariernya dalam sidang disiplin berdasarkan keseimbangan probabilitas, ambang batas untuk vonis bersalah dalam kasus-kasus FA.
Tuntutan FA yang dikeluarkan untuk Paqueta pada bulan Mei termasuk rekomendasi agar dia dilarang seumur hidup.
West Ham juga dapat membawa FIFA ke dalam gugatan hukum di CAS, karena mereka akan diminta untuk membuat larangan yang berlaku di seluruh dunia jika Paqueta dinyatakan bersalah oleh FA, yang dalam banyak kasus merupakan formalitas.
Paqueta telah berada di Brasil atau mewakili negaranya di Copa America sejak didakwa pada bulan Mei, namun akan kembali bergabung dengan West Ham di Tampa, minggu depan dalam tur pra-musim mereka di Amerika Serikat.
Pemain berusia 26 tahun ini menegaskan bahwa ia tidak bersalah atas semua tuduhan dan bertekad untuk membersihkan namanya.
Paqueta akan bermain untuk West Ham hampir sepanjang musim ini karena persidangan baru akan dilakukan paling cepat tahun depan karena kompleksitas kasus dan sulitnya mendapatkan bukti-bukti dari Brazil.
Paqueta bergabung dengan klub asal London itu dua tahun lalu dengan rekor transfer klub sebesar 50 juta poundsterling dari klub asal Prancis, Lyon.
Sejak saat itu, ia telah mencetak 13 gol dan memberikan 14 assist dalam 84 pertandingan.(uta)
Editor : Bahana.