RADAR JOGJA - Rumor bergabungnya striker muda PSS Sleman Saddam Emiruddin Gaffar yang kabarnya akan menyeberang ke PSIM Jogja untuk menjalani kompetisi Liga 2 2024/2025 mendatang santer terdengar.
Di balik kabar tersebut, baik PSS Sleman ataupun PSIM Jogja belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Menanggapi rumor tersebut, pelatih kepala PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait kepindahan striker PSS Sleman asal Jepara itu ke tubuh Laskar Mataram.
"Saya belum tahu Saddam pindah ke PSIM. Kan kami belum ada latihan," ujarnya, Rabu (12/6).
Seto mengungkapkan saat ini proses rekrutmen pemain Laskar Mataram untuk Liga 2 2024/2025 sudah berjalan.
Para pemain yang direkrut dinilai sudah sangat cocok dengan skema permainan PSIM Jogja.
"Saya belum tahu pasti jumlahnya berapa yang direkrut. Karena ini masih berjalan prosesnya," tegasnya.
Saat dikonfirmasi secara langsung, Saddam tidak mau berkomentar banyak terkait rumornya akan bergabung ke PSIM Jogja.
Striker asal Jepara itu mengaku malah belum mengetahui hal tersebut.
"Saya belum tau itu, soalnya negonya sama agen saya," ucapnya.
Saddam adalah pemain muda yang berbakat dari tim Super Elang Jawa.
Namanya juga sempat dipanggil oleh pelatih tim nasional (timnas) Indonesia Shin Tae-yong (STY) untuk dijadikan striker saat di kelompok usia U-19.
Namun sayang, kariernya sempat terhenti pada musim 2021/2022 lantaran ditangani oleh dokter gadungan Elwizan Aminudin yang membuat cedera ACL-nya tak kunjung sembuh.
Akan tetapi pada musim 2023/2024 lalu, Saddam telah kembali memperkuat PSS Sleman setelah menjalani operasi.
Pada kompetisi musim lalu, Saddam tidak banyak mendapatkan menit bermain karena masih dalam masa pemulihan cedera.
Striker muda itu tercatat hanya bermain sebanyak enam kali di musim itu dan sebagian besar Saddam masuk sebagai pemain pengganti.
Kendati demikian semangat Saddam tak surut. Ia membuktikan kepada publik dengan berhasil menorehkan satu gol dari enam laga tersebut.
Editor : Bahana.