SOLO - Gol penalti Ajak Riak di menit ke-90+2 berhasil menyelamatkan PSS Sleman menang 1-0 atas tamunya Persib Bandung. Kedua tim duel dalam pamungkas BRI Liga 1 di Stadion Manahan Solo Selasa (30/4).
Tak hanya itu saja, berkat gol tersebut Super Elja lolos dari jeratan zona degradasi dan tetap berada di Liga 1 musim depan.
Kemenangan ini PSS Sleman berhasil menyalip Persita Tangerang dan Arema FC. Sehingga Laskar Sembada berhasil menduduki posisi ke-13 klasemen dengan mengatongi 39 poin.
Di laga yang lain, Rans Nusantara FC kalah dengan skor 2-3 dari PSM Makassar. The Phoenix masuk ke dalam zona degradasi bersama dua tim lainnya yakni Bhayangkara FC dan Persikabo 1973.
Persib Bandung tetap berdiri kokoh pada peringkat dua klasemen. Mereka tetap lolos championship series.
Pelatih kepala PSS Sleman Risto Vidakovic mengucapkan selamat pada para pemain yang telah bertanding pada laga ini.
Sebab, Risto sangat merasa bangga dengan kemenangan ini. Sebab, para anak asuhnya sudah bekerja dengan baik.
"Meski situasi sulit dan ini sudah kami lakukan di banyak pertandingan, bukan ini saja," katanya usai pertandingan.
Tak lupa, Risto juga mengucapkan terima kasih kepada staf dan manajemen yang sudah mempersiapakan tim sejauh ini.
"Tim inilayak bertahan di liga 1 musim depan," tegasnya.
Striker asing PSS Sleman Ajak Riak mengaku pertandingan ini adalah pertandingan yang sulit. Sebab, di laga ini Laskar Sembada mendapat kartu merah. Mereka harus rela bermain dengan sepuluh pemain.
"Pemain masih bermain baik dan percaya satu sama lain dan fans serta manajemen juga percaya. Saya senang dengan hasil hari ini. Soal penalti saya belajar dari minggu lalu dan senang dengan laga musim ini," jelasnya.
Pelatih kepala Persib Bandung Bojan Hondak mengaku datang ke Solo dengan pemain lapis ke dua.
Pemain inti disiapkan untuk laga championship series mendatang.
"Kami menurunkan pemain-pemain muda karena mereka juga layak untuk mendapatkan pertantdingan. Saya pikir sampai babak kedua, PSS Sleman bermain bagus dan ada kesalahan yang pemain kami lakukan karena kurang fokus dengan satu lawan satu, sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Tak hanya itu saja, sebagai pelatih Bojan menyatakan dari kekalahan ini tentu timnya akan belajar. "Terutama untuk beberapa pemain yang diberikan kesempatan bermain di laga ini," tuturnya.
Pemain Persib Bandung Edo Ferbiansah mengatakan, hasil kekalahan di pertandingan ini bukanlah hasil yang diinginkan. Sebab sebenarnya mereka juga ingin meraih tiga poin di laga pamungkas ini.
"Tapi, ke depan kami tetap akan fokus agar bisa meraih kemenangan di laga championship series ke depan," tandasnya.
Sebenarnya laga pamungkas antara Super Elang Jawa melawan tim Maung Bandung ini sangat seru dan ketat.
Pada babak pertamaKuat, PSS Sleman terus menekan. Itu membuat para pemain Persib Bandung kocar-kacir.
Namun sampai akhir peluit turun minum tidak ada satu gol pun tercipta.
Pada babak kedua Laskar Sembada harus rela bermain dengan sepuluh pemain lantaran pemain tengah Jihad Ayuob mendapatkan kartu merah pada menit ke-55.
Walaupun demikian, asa untuk meraih tiga poin Super Elja tidak surut.
Unggul jumlah pemain tim Maung Bandung sempat melakukan beberapa tekanan. Akan tetapi rapatnya barisan pertahanan PSS Sleman tidak bisa mereka tembus.
Tim Super Elja yang bermain di depan para pendukungnya yang berjumlah 13.549.000 yang datang di laga pamungkas ini tak ingin malu.
Mereka terus berusaha mencari peluang untuk membobol gawang Persib Bandung.
Akhirnya angin segar pun mulai muncul pada menit-menit akhir babak kedua.
Elvis Kamsoba, yang membawa bola, dilanggar salah satu bek Persib Bandung di dalam kotak pinalti. Wasit pun menunjuk titik putih untuk PSS Sleman.
Ajak Riak yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil menuntaskan tugasnya pada menit ke-90+2. Gol ini membuat para pendukung PSS bersorak-sorai gembira karena timnya unggul 1-0.
Dan sampai akhir laga tak ada gol lagi tercipta dari kedua tim. Sehingga PSS Sleman berhasil menang atas Persib Bandung dengan skor 1-0.
Atas kemenangan ini juga Laskar Sembada tidak masuk ke zona degradasi. (ayu)
Editor : Amin Surachmad