SLEMAN - Pelatih kepala PSS Sleman Risto Vidakovic berharap timnya bisa menang saat laga kandang melawan Persib Bandung, Selasa (30/4) mendatang.
Hasil laga pamungkas itu bisa menjadi acuan Laskar Sembada untuk menentukan statusnya bertahan atau tidak di Liga 1 musim depan.
"Saat ini sangat sulit bermain bagi kami di situasi seperti ini. Karena belum aman dari zona degradasi. Bisa dibilang seperti hidup dan mati bagi kami," katanya (26/4).
Super Elang Jawa turun ke posisi 14 klasemen sementara Kompetisi BRI Liga 1 2023/2024. Disalip oleh Arema FC yang saat ini berhasil menduduki peringkat ke-13 setelah berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor 3-2 beberapa waktu lalu.
PSS Sleman yang saat ini mengantongi 36 poin. Hanya terpaut tiga poin dari Persita Tangerang yang punya nilai 33 poin di peringkat ke-16 atau batas akhir zona degradasi.
Bila RANS Nusantara dan Persita Tangerang mampu meraih tiga poin di pekan ke-33, besar kemungkinan PSS Sleman berpotensi turun ke zona degradasi.
Super Elja pun wajib menyapu bersih tiga poin agar selamat dari zona degradasi.
Akan tetapi, upaya itu tentu tidak akan mudah. Persib Bandung sedang dalam tren bagus. Mereka pun berada di peringkat kedua klasemen.
Risto tidak mau ambil pusing. Hal paling penting saat ini adalah mengistirahatkan pemainnya karena sudah berjuang mati-matian di laga kontra Persik Kediri pada pekan ke-32 lalu.
Risto menyebut, para pemain Super Elja sudah berjuang keras untuk memberikan segala di laga kontra tim yang berjuluk Macan Putih.
Sebab, di laga itu PSS Sleman harus bermain dengan 10 orang pemain di awal babak kedua lantaran Jonathan Bustos mendapat kartu merah dari wasit.
Perjuangan Laskar Sembada patut diapresiasi. Lantaran Esteban Vizcarra dan kawan-kawan berhasil memaksa tuan rumah untuk bermain imbang dengan skor akhir 4-4.
"Jadi, saya ingin mengapresiasi pemain yang sudah memberikan segalanya dan saya bangga serta senang dengan apa yang mereka sudah perjuangkan," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad