RADAR JOGJA - Coventry City hampir mencatatkan kembali kesuksesan besar atas Manchester United. Tetapi keputusan wasit menyatakan, bila gol tersebut di anulir karena offisde yang menggagalkan perayaan kemenangan Coventry City.
Sebelum nya Setan Merah mengambil alih di babak pertama dari gol Scott McTominay dan Harry Maguire, disusul Bruno Fernandes yang makin memperlebar keunggulan Manchester United.
Namun, The Sky Blues secara bertahap menemukan ritme permainan nya Ini dimulai dengan gol Ellis Simms, gol Callum O'Hare, dan penalti Haji Wright di masa tambahan waktu.
Memiliki mental yang tinggi memacu semangat anak asuh dari Mark Robbins untuk terus menekan, Selang beberapa menit Coventry City membuat kesempatan lain, sepakan Setelah Tim Championship tersebut terus menggempur lini pertahanan Manchester United.
"Kami bisa bangkit dari ketertinggalan 3-0 itu hal yang luar biasa. Kami menunjukkan beberapa permainan bagus,” ujar Mark Robbins dikutip dari BBC Sport.
Namun ada drama terjadi ketika Coventry dapat mencetak gol yang dilesatkan oleh Torp, tepat di akhir perpanjangan waktu. Sial nya gol tersebut di anulir oleh wasit karena posisi Wright dianggap offside.
"Seandainya dia [Wright] memotong kuku kakinya, kita tidak akan sampai ke babak adu penalti,” ucap nya.
Mark Robbins tetap mengapresiasi usaha yang di tampilkan dari tim nya, berkat penampilan anak asuhnya yang sempat merepotkan jalan Manchester United ke final piala FA.
"Kami tidak terlalu perlu kecewa mengenai hasil akhir pertandingan Piala FA ini, karena penampilan yang kami tunjukan membuat Covenrty City akan menjadi perbincangan di waktu yang sangat lama di kalangan publik," tambahnya.
Editor : Heru Pratomo