SOLO - PSS Sleman harus rela tunduk atas tamunya Dewa United dengan skor 2-3 pada pekan ke-32 Kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Manahan Solo, Sabtu (20/4) malam.
Dari hasil kekalahan itu, Laskar Sembada tetap tertahan pada posisi ke-13 klasemen dengan mengantongi 35 poin.
Sementara tim yang berjuluk Tangsel Warrior berhasil naik ke peringkat 4 klasemen dengan mengantongi 50 poin.
Pelatih kepala PSS Sleman Risto Vidakovic mengatakan, seharusnya di laga ini timnya bisa meraih hasil imbang.
Namun, ternyata Dewa United lebih unggul daripada Laskar Sembada.
Menurut Risto, sebenarnya mungkin pada babak pertama dan babak kedua itu timnya memiliki peluang yang bagus.
Sebab, ada juga gol dari Vizcarra, namun dianulir wasit karena offside.
"Saya tidak bisa menyampaikan apa-apa. Tim sudah berusaha dengan baik, pemain juga sudah mengeluarkan tenaga seratus persen untuk PSS Sleman," ujarnya
Striker asing PSS Sleman Ajak Riak mengatakan seperti yang diungkapkan Coach Risto. Menurunya, pertandingan ini adalah hal yang sulit untuk tim.
"Saya sedikit kecewa karena kurang beruntung dipertandingan ini. Tapi kami akan menyiapkan dipertandingkan ke depannya," katanya.
Atas kemenangan ini, pelatih kepala Dewa United Jan Olde Riekerink mengucapkan selamat kepada timnya.
Tidak hanya sebelas pemain saja. Tapi, ini adalah kali kedua para pemain dari bench dapat menjadi pembeda soal pertandingan ini.
Tak hanya itu saja Jan Olde Riekerink pun turut memuji PSS Sleman. Sebab, menurutnya, tim Super Elja bermain sangat terorganisasi dipertandingkan ini.
"Ini adalah game yang sangat berbeda dari Minggu lalu. Sangat sulit untuk kami mencari solusi-solusi dengan menyerang dan harus lebih sabar," jelasnya.
Menurut Jan Olde Riekerink, secara taktikal timnya cukup bagus dan para pemainnya ingin menyerang dari kanan lapangan. Secara bertahan timnya juga cukup baik melakukannya.
Akan tetapi setelah 30 menit tim Dewa United berhasil mencetak gol.
Pada akhirnya, Jan Olde Riekerink memutuskan agar para anak asuhnya bermain bertahan dengan sepuluh pemain.
"Dalam sepak bola kami bermain dengan bagus tapi kami bisa melihat Sleman bermain dengan hati dan semangat dan kami terus menjawab setelah kami ketinggalan 1-2 tentu Osman menjadi pembeda paling besar setelah pergantian itu," ungkapnya.
Pemain tengah Dewa United Majed Osman Sobhi mengungkapkan sebenarnya pertandingan ini adalah game yang cukup sulit.
Sebab, menurutnya, PSS Sleman juga berjuang untuk sesuatu.
"Mereka tidak bikin gampang untuk kami dan kami tetap dalam permainan," tegasnya.
Osman juga mengaku sangat senang bisa membantu tim dipertandingan ini karena dapat mencetak gol. Sehingga timnya bisa mendapatkan tiga poin.
"Seperti yang coach bilang, ini adalah performa tim yang paling penting adalah untuk menang difase musim ini kami berjuang untuk tempat, masih ada dua final lagi saya harap Kami bisa mencapainya," tandasnya.
Sebenarnya pertandingan ini berjalan sangat ketat. Kedua tim saling jual beli serangan.
Namun tim Super Elja harus rela kebobolan terlebih dahulu melalui Alex Martins di menit ke-32.
Namun, tak berselang lama PSS Sleman mampu menyamakan kedudukan melalui Ezteban Vizcarra dimenit ke-34.
Pada babak kedua Laskar Sembada mendapat hadiah penalti dari wasit.
Ajak Riak yang ditugaskan menjadi eksekutor berhasil menuntaskan tugasnya. Sehingga berbuah gol dimenit ke-48. PSS Sleman unggu 2-1.
Akan tetapi di menit ke-68 Alex Martins kembali merobek gawang M. Ridwa. Skor pun kembali imbang 2-2.
Petakan Super Elang Jawa muncul pada menit ke- 78. Majed Osman Sobhi yang masuk pada babak kedua langsung mencetak gol.
Laskar Sembada harus rela takluk dengan Dewa United dengan skor 2-3. (ayu)
Editor : Amin Surachmad