RADAR JOGJA – Pemain Sayap Real Madrid, Vinicius Junior yang keras mendapatkan pelecehan rasis merasa semakin tidak memiliki gairah bermain sepak bola.
Pada musim lalu, terdaat beberapa insiden rasisme yang diterima Vinicius dan dilaporkan kepada jaksa penuntut umum oleh La Liga.
Dalam sesi jumpa pers pre-match Spayol kontra Brasil yang bakal berlangsung di Estadio Santiago Bernabeu pada Rabu (27/3) dini hari, Vinicius meneteskan air mata karena semua rasisme yang menyerang dirinya.
Pemain berusia 23 tahun itu dengan tegas tak akan meninggalkan Real Madrid ataupun Spanyol dan membiarkan Rasisme menang.
Walaupun begitu, pemain asal Brasil itu merasa sangat berat untuk melangkah maju dari sasaran rasial itu.
Brasil bakal menghadapi Spanyol dalam pertandingan persahabatan internasional dalam jeda FIFA Matchday sebagai bagian dari kampanye anti-rasisme dengan slogan ‘One Skin’.
“Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk meninggalkan Spanyol. Jika saya pergi, saya memberikan mereka apa yang mereka inginkan,” kata Vini.
“Saya akan bertahan karena dengan begitu para pelaki rasis dapat terus melihat wajah saya lebih banyak lagi,” imbuhnya.
“Saya hanya ingin bermain sepak bola. Tetapi cukup sulit untuk maju dan saya merasa semakin kehilangan gairah bermain,” jelasnya.
Pekan lalu, Real Madrid mengajukan komplain kepada wasit Juan Martinez Munuera, yang memimpin laga kemenangan Los Blancos di Osasuna karena tidak memasukkan dugaan pelecehan rasial kepada Vinicius dalam laporan pertandingannya.
Sebelum itu, Vinicius Junior telah mengalami banyak kasus pelecehan rasis. Termasuk saat menghadapi Atletico Madrid pada 2022. (uta)
Editor : Amin Surachmad