Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sven-Goran Eriksson Yang Divonis Masa Hidupnya Tersisa 1 Tahun Ucapkan Terima Kasih Kepada Liverpool Setelah Memenuhi Impiannya

Satria Putra Sejati • Senin, 25 Maret 2024 | 18:10 WIB
BAHAGIA: Impian Sven-Goran Eriksson menjadi manajer Liverpool dalam laga amal Liverpool Legends melawan Ajax Legends (reuters)
BAHAGIA: Impian Sven-Goran Eriksson menjadi manajer Liverpool dalam laga amal Liverpool Legends melawan Ajax Legends (reuters)

RADAR JOGJA – Sven-Goran Eriksson menggambarkan pengalamannya menjadi pelatih Liverpool dalam satu hari yang besar di Anfield dalam pertandingan amal untuk para legenda sebagai ‘kenangan terbaik seumur hidup’.

Eriksson diberikan kendali penuh atas tim Liverpool Legends yang diperkuat beberapa mantan bintang seperti Steven Gerrard, Fernando Torres, Daniel Agger dan Jerzy Dudek untuk menghadapi Ajax Legends.

Sebelumnya, Sven-Goran Eriksson mengungkapkan menjadi pelatih Liverpool merupakan impian pribadinya setelah dia divonis menderita kanker stadium akhir pada awal tahun ini dan masa hidupnya tersisa paling lama 1 tahun.

“Hari ini semua orang pemenangnya. Sangat fantastis dan luar biasa. Kami tertinggal 0-2 dan menang 4-2,” kata Sven-Goran Eriksson.

“Saya menangis saat menyanyikan You’ll Never Walk Alone. Itu adalah kenangan terbaik seumur hidup,” imbuhnya.

Sven-Goran Eriksson merupakan pelatih asing pertama skuad Inggris selama masa kepemimpinannya pada tahun 2001 hingga 2006. Pelatih berusia 75 tahun itu menjelaskan duduk di bangku cadangan Liverpool adalah impian sepanjang hidup.

“Dan itu semua hal itu terjadi dan itu adalah hari yang indah dalam segala hal. Terima kasih kepada Liverpool yang telah memberi saya kesempatan ini, mengundang saya untuk pertandingan yang begitu penting. Itu luar biasa,” jelas Sven-Goran Eriksson.

"Itu penuh dengan emosi, air mata mengalir. Ini adalah klub impian saya sepanjang hidup saya. bahkan ketika saya melatih Inggris, saya juga mendukung Liverpool, tetapi saya tidak bisa mengatakannya saat itu. Ini adalah akhir yang bagus, untuk menyelesaikannya bersama Liverpool, tidak ada yang lebih baik dari itu," tegasnya.

Karier manajerial Sven-Goran Eriksson berlangsung selama 42 tahun dari pekerjaan pertamanya dengan Degefor di negara asalnya Swedia, pada tahun 1977 hingga mengundurkan diri sebagai pelatih Filipina pada tahun 2019.

Dia mulai dikenal di kancah internasional pada 1980-an dengan menangani Benfica dan Roma, sebelum akhirnya menjadi pelatih yang menentukan kariernya di Lazio, yang membawa klub tersebut menjuarai Serie A, Coppa Italia dua kali, dan Piala UEFA.

Setelah meninggalkan pekerjaannya di Inggris pada tahun 2006, Eriksson menjalani satu musim di Manchester City tepat sebelum pengambilalihan oleh Sheikh Mansour pada tahun 2008 melambungkan klub tersebut menuju kesuksesan. Dia juga menghabiskan beberapa tahun di Tiongkok.(uta)

Editor : Amin Surachmad
#Sven-Goran Eriksson #liverpool #steven gerrard #Legends #inggris