SLEMAN - Kiper PSS Sleman Anthony Pinthus menjadi sorotan dari para suporter PSS Sleman usai tim Laskar Sembada kalah 0-1 dari Borneo FC di Stadion Manahan Solo, Kamis (14/3) malam.
Usai pertandingan para suporter PSS Sleman nampak tidak puas dengan penampilan Anthony Pinthus. Lalu, berulang kali meneriakkan kata "Pinthus Out"
Menurut para suporter gol kemenangan semata wayang dari striker asing Borneo FC Felipe Cadenazzi itu disebabkan oleh kesalahan Anthony Pinthus yang gagal mengantisipasi bola.
Hingga Felipe Cadenazzi dengan bebas melepaskan sundulan ke gawang PSS Sleman.
Saat para pemain akan keluar dari lapangan ejekan dari para suporter itu dibalas oleh Pinthus dengan gestur jari di depan mulut.
Seolah dalam gestur itu, Kiper asal Filipina itu ingin mendiamkan para suporter itu.
Sehingga dari hal tersebut para suporter pun yang biasanya menyanyikan lagu anthem mereka di laga kontra Borneo FC lalu itu lagu itu tidak dinyanyikan.
Malah, para suporter menyampaikan aspirasi mereka lewat megafon kepada para pemain PSS Sleman yang tampil kurang memuaskan di laga tersebut.
Dalam momen itu, Pinthus tidak terlihat di atas lapangan untuk membersamai para pemain yang lain untuk mendengarkan aspirasi para suporter.
Menanggapi hal tersebut, Pelatih kepala PSS Sleman Risto Vidakovic mengaku tidak terlalu senang dengan reaksi Pinthus kepada suporter.
Sebab, bagi Risto kiper asal Filipina ini terlalu bereaksi berlebihan kepada para suporter.
"Saya tidak mentoleransi itu. Pinthus dapat hari yang buruk dan Pinthus melakukan kesalahan," tegas Risto (15/3).
Menurut Risto walaupun para suporter tidak suka dengan penampilan Pinthus. Seharusnya Pinthus tetap harus menghormati para suporter.
Sebab, suporter datang Stadion untuk mendukung PSS Sleman sampai menit terakhir.
"Itu adalah kesalahan dia dan saya akan berbicara dengan dia," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad