Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terselamatkan Gol Bunuh Diri, PSS Diimbangi Persita dalam Laga Enam Gol

Rizky Wahyu Arya Hutama • Rabu, 28 Februari 2024 | 02:33 WIB
SAMA KUAT: Pemain PSS Sleman berusaha melewati hadangan pemain Persita Tangerang di Stadion Manahan Solo Selasa (27/2).
SAMA KUAT: Pemain PSS Sleman berusaha melewati hadangan pemain Persita Tangerang di Stadion Manahan Solo Selasa (27/2).

SOLO - Gol bunuh diri dari kapten tim Persita Tangerang Muhammad Toha berhasil menyelamatkan PSS Sleman dari kekalahan.

Laga Laskar Sembada kontra Pendekar Cisadane yang digelar di Stadion Manahan Solo Selasa (27/2) berakhir imbang dengan skor imbang 3-3.

Hasil imbang ini membuat Laskar Sembada turun satu peringkat menjadi di posisi 13 klasemen BRI Liga 1 2023/2024 dengan perolehan 31 poin.

Sementara Persita Tangerang tetap di posisi 15 klasemen dengan perolehan 28 poin.

Pelatih kepala PSS Sleman Risto Vidakovic mengaku sangat bangga dengan para pemain di laga ini.

Sebab, baginya, anak asuhnya sudah bermain dengan memberikan segalanya di laga kontra Persita kali ini.

Risto juga menyatakan, laga kali ini memang sangat penting bagi kedua tim. Karena pertandingan ini sulit bagi kedua tim. Apalagi, Persita sedang berjuang keluar dari zona degradasi.

PSS Sleman kebobolan tiga kali dari tendangan luar kotak penalti. 

"Apalagi kami awali dengan tertinggal, kemudian kami bangkit kembali dan sampai akhirnya kami bisa menyamakan kedudukan," ujarnya.

Risto tetap bangga karena para pemainnya terus berjuang hingga menit akhir dan mampu mengendalikan situasi di lapangan.

"Saya pikir yang paling penting adalah bisa mempertahankan itu," tegasnya.

Baca Juga: Sampah Jadi Prioritas, Pemkab Bantul Minta Padukuhan Optimalkan Dana PPBMP dan Rumah Pilah

Gelandang PSS Sleman Elvis Kamsoba mengaku kecewa dengan hasil imbang yang diraih.

Menurutnya, Laskar Sembada bisa menang. Sebab, Super Elja memiliki banyak peluang. Namun, tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. 

"Ada tiga peluang yang gagal. Tapi ini lah sepak bola. Kami bisa kalah bahkan imbang. Tapi tim akan berjuang dengan baik di pertandingan selanjutnya," ucapnya.

Sementara pelatih kepala Persita Tangerang Divaldo Alves mengaku senang dengan pertandingan kali ini. Karena menurutnya para pemainnya sudah berjuang di laga kontra PSS Sleman kali ini.

"Ya kami memang berjuang kali ini. Karena posisi kami memang harus berjuang," tuturnya.

Divaldo Alves menyebut walaupun Mumammad Toha melakukan bunuh diri. Namun semua tim tetap mendukungnya dan tidak mau menyalahkannya.

"Karena kami adalah keluarga," tandasnya.

Laga kali ini memang sangat seru. Hujan enam gol mewarnai laga ini.

Apalagi PSS Sleman didukung langsung oleh para ribuan suporternya dan ditonton langsung oleh Walikota Solo yang juga sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka yang menghadiri langsung laga ini sejak peluit babak pertama.

Laskar Sembada yang mengusung misi kemenangan langsung menuai serangan ke gawang Persita Tangerang pada awal-awal babak pertama. Hokky Caraka hampir menjebol gawang Pendekar Cisadane di menit ke-3. Namun tendangannya masih meleba di sisi kiri gawang.

Tim Super Elja terus menekan gawang Persita Tangerang. Kali ini Ricky Cawor di menit ke-11 juga hampir menjebol gawang Persita Tengerang. Namun tendangan bebasnya masih di atas mistar gawang.

Petaka bagi Laskar Sembada mulai muncul pada menit ke-26, setelah Thales Lira melanggar salah satu pemain Persita Tangerang yanf menghasilkan tendangan bebas.

Norberto Ezequiel yang ditunjuk sebagai eksekutor mampu menuntaskan tugasnya. Tendangan bebasnya yang cantik tak dapat dibendung oleh Anthony Pintus. Sehingga kedudukan menjadi 0-1 PSS Sleman tertinggal.

Tak berselang lama, anak-anak dari Bumi Sembada mampu menyamakan skor.

Esteban Vizcarra, yang mendapat umpan dari Hokky Caraka saat kemelut di depan gawang, mampu  menjebol gawang Pendekar Cisadane di menit ke-33. Kedudukan menjadi 1-1 untuk kedua tim.

Tim Super Elang Jawa yang mendapat dukungan penuh dari ribuan suporternya terus berambisi menambah keunggulan.

Kali ini, Hokky Caraka di menit ke-38 hampir mencetak gol. Tapi tendangannya masih melebar tipis di sisi kanan gawang.

PSS Sleman yang keasyikan menyerang malah kembali kebobolan di menit ke ke-44. Persita Tangerang mampu memperbesar keunggulan melalui tendangan cantik dari luar kotak penalti Irsyad Maulana yang tak bisa dibendung oleh Anthony Pinthus. Kedudukan menjadi 2-1 hingga turun minum.

Pada babak kedua PSS Sleman langsung menyamakan kedudukan. Ajak Riak yang dilanggar di dalam kotak pinalti pada menit ke-50, memghasilkan pinalti bagi tim Super Elja.

Ajak Riak yang ditunjuk sebagai eksekutor mampu menuntaskan tugasnya di menit ke-52. Sehingga kedudukan menjadi 2-2 untuk kedua tim.

Laga terus berjalan seru. Kedua tim saling jual beli serangan. Namun pada menit ke-59 Persita kembali unggul melalui tendangan cantik dari luar kotak penalti yang dilancarkan oleh striker asing Ramiro Ezequiel Fergonzi. Kedudukan menjadi 2-3, Laskar Sembada tertinggal kembali.

PSS Sleman yang tertinggal terus mencoba menyerang gawang Persita Tangerang. Laskar Sembada sebenarnya mendapat peluang berkali-kali, namun gagal menuai hasil.

Tensi pun berjalan panas. Kedua tim bermain sanhat ngotot di menit-menit akhir babak kedua.

Angin segar pun muncul bagi kubu PSS Sleman pada menit ke-83. Kapten tim Persita Tangerang yang menyundul umpan Ibrahin Sanjaya malah masuk ke gawang sendiri. Sehingga menghasilkan gol bunuh diri. Kedudukan pun menjadi 3-3 sampai laga usai. (ayu).

Editor : Amin Surachmad
#PSS Sleman #gol bunuh diri #PERSITA TANGERANG #Stadion Manahan