JOGJA - Ratusan suporter menyambut kedatangan para penggawa PSIM Jogja di Wisma PSIM Jogja Minggu (4/2).
Skuad Laskar Mataram baru datang usai melakoni laga melawan PSMS Medan di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Deliserdang, Sumatera Utara.
Ambisi naik ke Liga 1 harus pupus. PSIM terhenti di babak 12 besar kompetisi Pegadaian Liga 2 2023/2024.
Meski demikian, ratusan pecinta Laskar Mataram tetap antusias menyambut tim kesayangannya pulang.
Menurut pantauan Radar Jogja, sejak Sabtu (3/2) malam usai PSIM Jogja mengalahkan PSMS Medan, para suporter sudah merencanakan untuk menjemput tim pujaan.
Pada pukul 14.00, sejumlah suporter sudah menunggu kedatangan para penggawa Laskar Mataram di Stasiun Tugu Jogja dan Wisma PSIM Jogja.
Tak berselang lama, jajaran manajemen, ofisial, dan para pemain turun dari kereta api di Stasiun Tugu Jogja. Mereka lalu langsung melaju ke Wisma.
Lalu, pada pukul 14.30, ratusan suporter sudah menyambut di Wisama PSIM Jogja.
Mereka menyayanyikan lagu-lagu kebanggaan saat para pemain, manajemen, dan ofisial turun dari mobil.
Ratusan suporter terus bernyanyi lagu anthem PSIM Jogja Aku Yakin Dengan Kamu (AYDK) bersama-sama.
Usai bernyanyi, Manajer PSIM Jogja Dyaradzi Aufa Taruna dan kapten Hariono mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kepada para suporter. Maaf karena belum bisa memenuhi janji dan ekspektasi suporter di musim ini.
"Kami sungguh-sungguh minta maaf, hasilnya kami gagal promosi ke Liga 1," ucapnya.
Salah seorang perwakilan suporter asal Pundong, Mega Nurtika Bangun Ajie, menyatakan kedatangan para suporter ini adalah salah satu bentuk apresiasi kepada tim.
Walaupun belum bisa memenuhi janjinya naik ke Liga 1 musim ini, suporter yakin para pemain sudah berjuang sangat luar biasa musim ini.
Tak hanya itu saja, menurut Mega, kedatangan suporter juga ingin menyuarakan keluhan kepada jajaran manajemen PSIM Jojga.
Sebab, suporter menilai jajaran manajemen Laskar Mataram musim ini kurang serius untuk menangani tim.
"Harapannya di musim depan manajemen bisa mempersiapkan tim lebih awal lagi. Tidak seperti di musim ini, sangat mepet. Sebab, menurut kami, jika tim dipersiapkan sejak jauh-jauh hari maka hasilnya pasti akan maksimal," cetusnya.
Razzi mengaku jajaran manajemen sangat merasakan support yang luar biasa dari para suporter dari awal hingga akhir perjuangan tim Laskar Mataram.
"Pemain, pelatih, dan saya sebagai manajer tim juga sudah berupaya semaksimal mungkin. Saya mewakili manajemen dan tim juga minta maaf kepada suporter karena hasilnya kami gagal ke semifinal. Kami sungguh-sungguh minta maaf hasilnya kita gagal promosi ke Liga 1," jelasnya.
Razzi menambahkan, sebenarnya para pemain, pelatih, dan manajemen sudah berupaya semaksimal mungkin agar PSIM Jogja bisa lolos ke Liga 1.
Bukan tanpa alasan Razzi mengatakan hal tersebut. Sejak bergabung di pertengahan putaran musim ini, menurut pria yang berusia 23 tahun ini, selalu berkomunikasi intensif dengan pelatih untuk mendatangkan pemain yang memiliki kualitas untuk memperkuat kedalaman skuad.
"Tapi, untuk sisanya, ya, saya serahkan ke pelatih. Itulah salah satu upaya konkret yang sudah kami lakukan," tuturnya.
Winger andalan PSIM Jogja Risma Ariyanto Maring mengaku sangat bangga atas antusiasme para suporter Laskar Mataram ini.
Walaupun para pemain pulang dengan membawa hasil yang kurang maksimal, para suporter tetap mau datang dan menyambut.
"Bagi saya itu sangat luar biasa lah," tegasnya.
Tak hanya itu saja, Ari Maring juga berterima kasih kepada para suporter PSIM Jogja yang selalu hadir untuk mendukung para pemain di setiap laganya pada musim ini.
"Walaupun sampai Padang, sampai Aceh, pasti ada aja mereka itu. Sanggat salut dan banggalah. Semoga ke depan semakin kompak lagi," tandasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad