SLEMAN - PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan mulai melakukan simulasi penggunaan video assistant referee (VAR) per Januari 2024 untuk kompetisi Liga 1 Indonesia.
Simulasi tersebut akan melibatkan perangkat operator VAR. Termasuk, wasit VAR yang saat ini terus diberikan pembekalan tentang teknologi VAR.
Penerapan VAR di Indonesia sebenarnya sudah diterapkan pada Piala Dunia U-17 2023 lalu.
Saat itu, empat stadion yang menjadi tempat berlangsungnya pertandingan-pertandingan Piala Dunia U-17 2023 sudah memakai VAR.
Yakni, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Stadion Si Jalak Harupat, Jakarta International Stadium, dan Stadion Manahan Solo.
Adanya VAR tersebut diharapkan bisa mempermudah wasit dalam mengambil keputusan. Namun, penerapan VAR untuk Liga 1 masih membutuhkan keterampilan dari operator.
PT LIB terus melakuan pembekalan terhadap penggunakan teknologi ini demi meningkatkan mutu Liga 1.
Menanggapi hal tersebut, pelatih kepala PSS Sleman Risto Vidakovic menyebut, penggunaan VAR itu bisa menguntungkan tim. Karena dapat membantu wasit yang terbatas jangkauannya.
"Kadang-kadang ini bisa menguntungkan dan juga merugikan kami. Saya rasa ini tergantung bagaimana kami menggunakannya. Ini bisa jadi menguntungkan karena wasit tidak bisa melihat semuanya," ujarnya (22/1).
Walaupun demikian, Risto menyebut penggunaan VAR ini bisa saja merugikan tim. Sebab, VAR adalah alat dan tak luput dari kesalahan.
"Tapi, ini bisa merugikan kalau terjadi kesalahan. Karena ini alat, jadi kita nggak boleh terlalu menggantungkan," katanya.
Saat ini LIB telah melakukan uji coba terhadap VAR tersebut di empat stadion. Namun, belum ada konfirmasi terkait stadion mana yang akan menggunakan VAR di pekan ke-24 Liga 1 2023/2024 mendatang. (ayu)
Editor : Amin Surachmad