JOGJA - Walaupun menang jumlah pemain, PSIM Jogja tetap harus rela berbagi angka 1-1 dengan Persiraja Banda Aceh, Rabu (17/1) di Stadion Mandala Krida, Jogja.
Walaupun demikian Laskar Mataram tetap berdiri kokoh di puncak klasemen dengan mengantongi 5 poin dari 3 laga di babak 12 besar kompetisi Pegadaian Liga 2 2023/2024 ini.
Pada posisi kedua diisi oleh Persiraja Banda Aceh dengan perolehan 3 poin dari tiga laga. Di posisi ketiga ada Semen Padang FC yang memperoleh 2 poin.
Sementara pada posisi keempat diisi oleh PSMS Medan yang dengan hanya mengantongi 1 poin.
Pelatih kepala PSIM Jogja Kas Hartadi menyatakan kecewa oleh hasil imbang yang diperoleh di laga kali ini.
Tak hanya dirinya, menurutnya, para pemain sampai dengan suporter pun kecewa dengan hasil pertandingan kali ini.
"Kami memang menang jumlah. Kami mau mencetak gol tapi ritmenya tidak diturunkan. Kami akan geber terus. Kami kecolongan di menit akhir dengan set piece lagi dengan lemparan ke dalam," ujarnya.
Sebenarnya, Kas Hartadi sudah memberikan instruksi kepada para pemainnya di menit-menit akhir agar tidak kecolongan.
Namun apa daya, para anak asuhnya tetap saja kecolongan. Ke depan, akan tetap melakukam evaluasi untuk para anak asuhnya.
"Saya sudah teriak-teriak ke pemain, karena Arif pemain Persiraja, itu punya lemparan jauh. Tapi, itulah sepak bola dua menit bisa mengubah kedudukan. Saya teriak, mungkin gak dengar mereka. Karena saya kan dari jauh. Kami tetap masih evaluasi di bola-bola set piece," jelas Kas Hartadi.
Tak hanya itu saja, Kas Hartadi juga minta maaf kepada manejemen dan para suporter PSIM Jogja. Sebab, di laga kontra Laskar Rencong ini timnya gagal meraih tiga poin.
"Kami kecolongan di menit akhir. Kami ke depan semoga lebih bagus lagi away melawan Aceh," tegasnya.
Striker PSIM Jogja Vengko Armedya meminta maaf soal hasil imbang di laga ini. Akan tetapi, di laga ini sebenarnya semua pemain ingin menang.
Tapi, apa daya mereka harus rela berbagi angka dengan tamunya.
"Semuanya ingin menang tapi kecolongan. Di pertandingan selanjutnya semoga kami bisa mendapat kemenangan," cetusnya.
Sementara, pelatih kepala Persiraja Banda Aceh Achmad Zulkifli menilai laga kali ini merupakan partai yang seru dan menarik. Anak asuhnya bermain dengan game plan yang diinginkannya.
"Tapi, setelah kartu merah kami sedikit berubah secara taktikal. Tapi, akhirnya juga berhasil. Dan alhamdulillah kami bisa curi poin satu di Jogja," katanya.
Bek Persiraja Nurhidayat mengaku bersyukur atas perolehan satu poin di Jogja ini. Baginya satu poin yang diraih sangat berharga bagi skuad Laskar Rencong.
"Insyaallah di home besok kami bisa mendapat tiga poin melawan PSIM," tandasnya.
Laga kali ini memang berjalan sangat seru dan menarik. Laskar Rencong yang berambisi membawa pulang tiga poin berhasil sedikit mendominasi permainan sejak peluit babak pertama dibunyikan.
Laskar Mataram yang berlaga di depan para pendukungnya sendiri tetap memberikan perlawanan. Sehingga pertandingan berjalan dengan jual beli serangan.
Ada salah satu pemain Persiraja yang mendapatkan peluang. Ia sudah berhadap-hadapan dengan kiper PSIM Jogja. Tapi, tendangannya masih dapat diblok oleh Pancar Nur.
Skuad tim Laskar Mataram juga mencoba melakukan serangan. Kali ini Alfriyanto Nico yang mendapat peluang. Akan tetapi, sundulannya masih melebar di kiri gawang Persiraja Banda Aceh.
Intensitas permainan PSIM Jogja dipertengahan laga semakin meningkat. Ada beberapa peluang yang didapatkan oleh Ari Maring dkk.
Terbukti, bek andalan PSIM Jogja Kim Bong-jin hampir menjebol gawang Laskar Rencong melalui sundulannya setelah menerima umpan Ghulam Fatkur. Namun, sundulan tersebut masih melebar di sisi kiri gawang Persiraja Banda Aceh.
Pada waktu perpanjangan babak pertama, tim tamu sempat mendapat peluang emas. Tendangan keras David Ly dari luar kotak pinalti masih membentur mistar.
Lalu bola ribon disundul oleh Mahamane Toure. Masih melebar di kiri gawang Pancar Nur.
Di detik-detik menjelang babak pertama usai. I Nyoman Sukarja hampir menjebol gawang Laskar Rencong. Namun sundulannya masih tipis di sisi kiri gawang. Babak pertama ini berakhir imbang dengan skor 0-0.
Pada babak kedua, melalui tendangan pojok, kali ini Ari Maring yang mendapat bola ribon gagal mengeksekusinya. Tendangannya masih dapat diblok oleh kiper Persiraja.
Pemain Persiraja yang bernomor punggung 17 Agus Suhendra terkena kartu kartu kuning kedua dari wasit setelah melanggar Ari Maring. Laskar Rencong harus rela bermain dengan 10 pemain di babak kedua ini.
Laskar Mataram yang unggul dari jumlah pemain sedikit mendominasi permainan. Menit ke-75, Ari Maring berhasil menjebol gawang Persiraja.
Gol ini tercipta setelah Arya Geryyan memberikan umpan dari sisi kiri lapangan ke dalam kotak penaltipenalti. Bola terkena pemain Laskar Rencong. Bola jatuh ke Maring yang berdiri bebas dan gol. PSIM unggul 1-0.
Unggul jumlah pemain dan unggul satu gol justru membuat pemain PSIM Jogja lengah. Terbukti saking asyiknya menyerang, pada menit ke-89, Ferdinan Sinaga yang masuk di babak kedua ini berhasil menjebol gawang Pancar Nur.
Gol ini berawal dari umpan set piece lemparan ke dalam. Bola disundul oleh Islom Karimov. Bola mengarah ke Ferdinan Sinaga, yang langsung menjebol gawang PSIM. (ayu)
Editor : Amin Surachmad