JOGJA - PSS Sleman tampil lumayan di ajang Liga 1 2023/2024. Super Elang Jawa merupakan salah satu klub yang eksis di pentas sepak bola Indonesia.
Ada sederet pemain bintang yang tampil oke. Bahkan, tim ini terbilang sukses menghasilkan pemain bintangn yang berkilau.
Berikut analisis statistik performa 10 pemain andalan PSS Sleman periode 2023. Mereka dinilai menunjukkan dedikasi dan kecemerlangan di lapangan.
1. Thales Lira de Matos, Pondasi Kukuh di Lini Belakang
Thales Lira de Matos, sebagai bek andalan PSS Sleman, telah tampil dalam 21 pertandingan dengan total 1.867 menit bermain.
Meskipun hanya mencetak dua gol, keberadaannya di lini belakang menjadi pondasi kukuh yang memberikan rasa aman bagi tim.
Dengan 39 tekel, 85 intersep, dan 82 sapuan, Thales Lira bukan hanya pemain bertahan biasa. Akurasi tendangannya yang mencapai 46,67 persen juga memberikan kontribusi penting dalam membangun serangan dari belakang.
2. Jonathan Bustos, Gelandang Kreatif dengan Ketajaman Mencetak Gol
Jonathan Bustos, gelandang tangguh PSS Sleman, memiliki keberagaman dalam permainannya. Dalam 21 penampilannya, dia berhasil mencetak empat gol dan memberikan empat assist, menunjukkan kontribusi luar biasa di lini tengah.
Statistik tendangan ke gawang yang mencapai 52,38 persen menjadikan Jonathan Bustos sebagai ancaman nyata di depan gawang lawan. Dengan 943 umpan dan akurasi umpannya mencapai 76,03 persen.
Jonathan Bustos menjadi sosok kreatif yang tidak hanya mematikan di depan gawang tetapi juga andal dalam distribusi bola.
3. Anthony Pinthus, Kiper Berkelas dengan 52 Penyelamatan
Menjaga gawang PSS Sleman, Anthony Pinthus menjadi salah satu kiper yang mencuri perhatian di musim ini.
Dengan 52 penyelamatan dalam 19 penampilan, Anthony Pinthus membuktikan diri sebagai penjaga gawang yang dapat diandalkan.
Meskipun tidak berkontribusi langsung pada proses mencetak gol, kontribusinya sebagai pengaman gawang sangat berharga. Akurasi umpannya yang mencapai 65,56 persen menunjukkan kemampuan untuk memulai serangan dari belakang.
4. Kim Kurniawan, Maestro Tengah yang Tak Tergantikan
Kim Kurniawan, meski berusia 34 tahun, tetap menjadi maestro di lini tengah PSS Sleman. Dengan satu gol dan satu assist dalam 20 penampilannya, dia menjadi pengatur serangan yang tak tergantikan.
Dengan 637 umpan dan akurasi umpan mencapai 88,23%, Kim Kurniawan menjadi otak permainan PSS Sleman. Statistik intersepnya yang tinggi (69) menunjukkan dedikasinya dalam merebut kembali bola.
5. Wahyudi Hamisi, Arsitek Lini Tengah yang Kreatif
Wahyudi Hamisi, gelandang berusia 27 tahun, tampil dalam 21 pertandingan dengan kontribusi dua gol dan satu assist. Keberadaannya di lini tengah memberikan kestabilan dan kreativitas.
Meskipun akurasi tendangannya masih perlu ditingkatkan 14,29 persen, Wahyudi Hamisi memberikan kontribusi signifikan dalam mematahkan serangan lawan. Dengan 57 tekel, 58 intersep, dan 15 sapuan, Wahyudi Hamisi menjadi pemain bertahan yang lincah.
6. Jihad Ayoub, Gelandang Bertahan yang Kuat
Jihad Ayoub, gelandang berusia 29 tahun, tampil dalam 18 pertandingan dengan kontribusi empat gol dan tiga assist. Keberaniannya untuk maju ke depan membuatnya menjadi pemain serba bisa di lini tengah.
Statistik tendangan ke gawang yang mencapai 30,77 persen, menunjukkan keberanian Jihad Ayoub dalam menciptakan peluang. Dengan 668 umpan dan akurasi yang mencapai 78,44 persen, Jihad Ayoub menjadi gelandang bertahan yang kuat dan cerdas
7. Abduh Lestaluhu, Ketenangan di Lini Belakang
Baca Juga: Terjun Bebas ke Peringkat 20 Klasemen, Birmingham City Pecat Rooney
Abduh Lestaluhu, gelandang berpengalaman berusia 31 tahun, telah tampil dalam 16 pertandingan. Meskipun belum mencetak gol, kontribusinya dalam mengatur serangan menjadi faktor penting di lini belakang.
Dengan 700 umpan dan akurasi umpan mencapai 73,71persen, Abduh Lestaluhu menjadi pemain yang memberikan ketenangan dalam permainan. Meskipun tidak mencolok dalam statistik gol, kehadirannya memberikan stabilitas di lini belakang.
8. Hokky Caraka, Cemerlang di Lini Depan
Baca Juga: Meski Okupansi Hotel Sudah Menurun, PHRI Sebut Secara Trafik TPK Masih Tinggi dan Terjaga
Hokky Caraka, pemain depan berusia 20 tahun, telah tampil dalam 20 pertandingan dengan kontribusi tiga gol dan satu assist. Meskipun usianya muda, Hokky Caraka menjadi andalan di lini serang PSS Sleman.
Dengan 294 jumlah umpan yang dilepaskannya dan akurasinya yang mencapai 73,12%, Hokky Caraka menjadi ujung tombak yang tajam di lini depan. Statistik penciptaan peluangnya yang mencapai 45,45% dalam akurasi tendangan menunjukkan kematangan dalam mengeksekusi peluang.
9. Esteban Vizcarra, Pengalaman yang Sangat Dibutuhkan
Esteban Vizcarra, meski berusia 38 tahun, tetap menjadi sosok penting di lini depan PSS Sleman. Dalam 21 pertandingan, Esteban Vizcarra mencetak dua gol dan memberikan kontribusi berharga.
Dengan 350 umpan yang dilepaskannya dan akurasi umpannya yang mencapai 78,57 persen, Esteban Vizcarra menjadi pemain yang memberikan pengalaman berharga di lini depan.
Akurasi tendangan ke gawang yang mencapai 46,15 persen menunjukkan bahwa Esteban Vizcarra juga sangat aktif membantu serangan.
10. Ibrahim Sanjaya, Kedewasaan di Lini Belakang
Ibrahim Sanjaya, bek berusia 27 tahun, tampil dalam 13 pertandingan dengan dedikasi tinggi di lini belakang. Meskipun belum mencetak gol, kontribusinya dalam menjaga pertahanan sangat berarti.
Dengan 521 umpan dan akurasi umpannya mencapai 74,47 persen, Ibrahim Sanjaya menjadi bek yang dapat diandalkan dalam membangun serangan. Statistik tekel (29), intersep (32), dan sapuan (17) menunjukkan kepiawaian dalam merebut bola dan menjaga kestabilan pertahanan.
Secercah Harapan di Balik Angka-Angka
Dari analisis statistik yang mendalam, terungkaplah kilau kemenangan dan keberanian 10 pemain andalan PSS Sleman yang telah menjelma menjadi pahlawan di lapangan.
Tak hanya melalui skor, tetapi juga melalui statistik, mereka menunjukkan bahwa sepak bola adalah kombinasi antara dedikasi, strategi, dan keberanian. PSS Sleman bisa berbangga memiliki skuad yang tak hanya bermain untuk menang, tetapi juga untuk memberikan pengalaman dan inspirasi kepada pencinta sepak bola Indonesia.
Dengan demikian, mari bersama-sama mengapresiasi dan mengakui jasa-jasa para pahlawan ini yang telah membawa kegembiraan bagi para pendukungnya. PSS Sleman, dengan segudang prestasi dan dedikasi ini, semakin membuktikan diri sebagai kekuatan utama dalam peta sepak bola Indonesia.
Mereka adalah cerminan dari semangat dan kebanggaan, dan kita bersama-sama menyaksikan gemilangnya perjalanan mereka di lapangan. Semoga kisah sukses mereka terus berlanjut, dan kita akan selalu menantikan aksi spektakuler dari bintang-bintang PSS Sleman yang tak kenal lelah ini.
Editor : Amin Surachmad