RADAR JOGJA – Presiden tim asal Turki, Ankaragucu FC Faruk Koca menerima larangan berkecimpung di dunia sepak bola seumur hidup menyusul serangan keji yang dilayangkan kepada wasit Halil Umut Meler.
Serangan terjadi ketika pertandingan Ankaragucu menghadapi Rizespor yang berakhir dengan hasil imbang 1-1.
Faruk Koca yang marah usai peluit akhir ditiupkan langsung masuk ke lapangan dan menghantam wasit dengan pukulan keras.
Wasit Halil Umut Meler langsung tersungkur kesakitan, namun itu belum selesai. Usai terjatuh, Meler kemudian ditendang oleh penyerang yang belum teridentifikasi.
Menteri Kehakiman Turki mengeluarkan surat perintah penangkapan Koca dan ditindak lanjut dengan di blacklist seumur hidup dari Federasi Sepak Bola Turki.
Selanjutnya, Koca mengundurkan diri dari perannya sebagai Presiden Ankaragucu untuk mencegah kerugian lebih lanjut untuk tim, penggemar, komunitas dan keluarga.
“Saya telah mengundurkan diri dari jabatan Presiden MKE Ankaragucu untuk mencegah kerugian lebih lanjut. Saya berharap insiden yang tidak dapat kita terima ini tidak terulang lagi. Saya berharap masalah structural sepak bola Turki akan dibahas secara lebih realistis karena insiden besar yang saya sebabkan,” ungkap Faruk Koca.
Koca awalnya membantah telah melepaskan tinju kearah Meler, yang mengalami patah tulang pipi dan bersikeras dia hanya menampar sang wasit.
“Tujuan saya adalah bereaksi secara verbak kepada wasit dan meludahi wajahnya. Pada saat itu saya hanya menampar wajah wasit. Tamparan yang saya berikan tidak menyebabkan patah tulang,” imbuh Koca.
“setelah tamparan itu, wasit masih berdiri 5-10 detik lalu jatuh ke tanah. Mereka langsung menarik saya keluar dari tempat kejadian karena penyakit jantung saya. Setelah itu, saya tidak mengetahui apa lagi yang terjadi,” lanjutnya.
Meler langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan terhadap luka yang diterimanya.
Di rumah sakit, Meler mengungkapkan secara lengkap serangan yang dia terima ketika di lapangan.
“Faruk Koca meninju saya tepat dibawah mata kiri saya dan saya terjatuh ke tanah. Ketika jatuh, mereka menendang wajah saya dan bagian tubuh lainnya berkali-kali,” ungkap Halil Umut Meler.
“Faruk Koca mengatakan bakal menghabisi saya dan rekan-rekan wasit saya. Secara khusus dia berkata bakal membunuh saya,” imbuh Meler. (uta)
Editor : Amin Surachmad