RADAR JOGJA – Mamadou Sakho pada akhirnya memilih hengkang dari Montepellier.
Mantan pemain Liverpool ini sebelumnya telah dituduh berselisih dengan pelatihnya ,Michel Der Zakarian.
Bahkan rumornya Sakho sampai melakukan pemukulan kepada pelatihnya sendiri.
Kejadian ini terjadi ketika Montepellier melakukan latihan rutin pada tanggal 24 Oktober 2023 lalu.
Namun sepertinya Sakho dan Michel Der Zakarian berselisih hingga terjadilah pemukulan yang dilakukan oleh Sakho. Akibat tindakannya, Sakho mendapatkan hukuman sanksi dari Montepellier.
Namun pada hari Kamis (2/10) Sakho secara resmi memilih hengkang dari Montepellier.
Hal ini diumumkan secara langsung oleh Sakho pada sosial medianya.
“Anda harus pergi ketika rasa hormat tidak lagi diberikan. Menyusul insiden yang terjadi minggu lalu di pusat pelatihan dan saya menolak semua tanggung jawab, saya telah memutuskan pada hari ini, 02/11/2023 untuk mengakhiri kerjasama saya dengan Montpellier Herault Sports Club," tulis Sakho di Instagram.
“Saya menghabiskan dua tahun di klub keluarga ini di mana saya menikmati berbagi pengalaman tingkat tinggi saya dengan rekan satu tim bersama ‘adik laki-laki’ saya dari pusat pelatihan. Pada saat yang sama, saya berterima kasih kepada mereka atas dukungan mereka yang tiada henti serta staf medis tanpa melupakan para suporter yang mengapresiasi waktu saya di klub. Terima kasih juga kepada direktur olahraga Bruno Carotti atas kesetiaannya kepada saya sepanjang petualangan saya di Montpellier.”
“Akhirnya, saya ingin menyampaikan terima kasih khusus kepada presiden, Laurent Nicollin, yang seperti mendiang ayahnya sebelumnya, mengepalai MHSC dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang saya hormati. Kami bertemu sebagai laki-laki, saya pergi sebagai laki-laki. Selamat akhir musim." tutup Sakho.
Bersama Montepellier, Sakho telah memainkan 49 laga dengan mencetak satu gol. Sedangkan bersama pelatih Michel Der Zakarian, Sakho telah bermain sebanyak 6 laga.
Sakho yang dikenal sebagai pemain bengal memang sering berselisih dengan tim dan pelatihnya.
Ia dicoret dari Liverpool dikarenakan dia melakukan tindakan indisipliner dan harus dipulangkan Liverpool dari tur Pramusim mereka di Amerika Serikat.
Hal ini disebabkan, Sakho memang sudah ingin hengkang dari Liverpool dan Liverpool pun menyanggupi keinginan Sakho untuk hengkang.
Crystal Palace akhirnya menjadi pelabuhan Sakho setelah dibuang Liverpool. (MUHAMMAD HAFIDZ FAUZAN)
Sumber : lequipe
Editor : Bahana.