SLEMAN - Friendly game minisoccer antara tim Asal Tendang Asal Krenggosan (Asten Askreng) Radar Jogja versus tim Manajemen PSIM Jogja diwarnai hujan gol.
Laga persahabatan di Maguwoharjo Soccerpark Sleman Rabu sore (25/10) tersebut melahirkan sebanyak 23 gol! Asten Askreng menang 13-10.
Sejak menit awal, kedua tim bermain dengan menjaga ritme. Pertandingan yang cukup ketat dan happy.
Manajemen Laskar Mataram lebih dulu unggul. Mereka leading dari Asten Askreng dengan skor 4-0.
Ofisial Teknis Asten Askreng Joko Suhendro segera mengubah taktik. Sejumlah pemain muda diturunkan untuk menggantikan para pilar yang sudah krenggosan.
Sejumlah peluang diperoleh Asten Askreng. Termasuk, sebuah peluang di dekat kotak penalti lawan. Tapi, bola out. Keluar lapangan karena pemain Asten Askreng asal tendang bola.
Angin segar berembus ke Asten Askreng. Dua gol sukses diceploskan oleh Wahyu Rizal dan Khairul Ma'arif. Tetap saja, Asten Askreng masih tertinggal 2-4.
Permainan terus berjalan. Seru.
Tim Manajemen PSIM Jogja terus mendominasi permainan. Mereka mampu menambah tiga gol. Skor njomplang 7-2 untuk keunggulan Manajemen PSIM.
Kalah selisih lima gol tak membuat nyali para pemain Asten Askreng ciut. Meski, semuanya sudah krenggosan.
Angin segar kembali menerpa semangat. Khairul Ma'arif dan Deny mampu mencetak gol. Skor menjadi 7-4.
Penguasaan bola terus saja didominasi tim Jajaran Manajemen Laskar Mataram. Skuad tim Radar Jogja berusaha mengimbangi lawan dengan terus merotasi pemain di lapangan. Pemain yang krenggosan, langsung diganti.
Tim Manajemen PSIM Jogja berhasil mencetak dua gol ke gawang Radar Jogja. Skor 9-4.
Asa Asten Askreng kembali membuncah usai dua fotografer berhasil menorehkan gol. Dengan titis, Elang Kharisma Dewangga dan Guntur Aga Tirtana tajam mengarahkan bola mengoyak jala lawan.
Penyerang Bahana membawa Asten Askreng kembali membahana. Wartawan berambut gondrong tersebut mampu memperdaya kiper lawan.
Skor sama kuat. Wuih, sama-sama 9-9.
Tanpa diperkuat playmaker Ananto Priyatno yang sedang dinas ke luar kota, Asten Askreng coba mengulik peluang. Melalui umpan-umpan pendek, gelandang serang Wahyu Rizal kembali menorehkan namanya ke papan skor.
Tak tanggung-tanggung, dia berhasil tiga gol membobol gawang Manajemen PSIM Jogja dengan tendangan presisinya. Plus, bejo atau luck.
Skor berbalik. Asten Askreng ujug-ujug unggul 11-9.
Tak berselang lama, pemain bon-bonan Asten Askreng Adji menambah gol. Menggocek bola dari sekitar tengah lapangan, dia melepaskan shooting terukur yang menjebol gawang tim manajemen Laskar Mataram. Skor menjadi 13-9. Hehe.
Kubu Manajemen PSIM Jogja masih bisa menambah satu gol. Kedudukan akhir 13-10 untuk kemenangan Asten Askreng. Mukjizat.
Usai pertandingan, Direktur Radar Jogja Ananto Priyatno mengatakan, kemenangan Asten Askreng atas Manajemen PSIM adalah sebuah kejutan.
Sebab, tim tidak pernah bermimpi untuk bisa menang saat menghadapi tim apapun.
"Bagi kami, kemenangan adalah hil yang mustahal. Tapi ternyata bisa menang," tegasnya sambil terkekeh.
Ananto mengaku, latihan rutin yang dilakoni sampai pemain ngglundang-ngglundung di lapangan tak sia-sia.
"Dengan adanya friendly game ini, semoga semakin mengakrabkan hubungan antara Radar Jogja dan ofisial tim dari PSIM Jogja," ujarnya.
Ke depan, jelas Ananto, Asten Askreng membuka peluang bagi tim-tim lain untuk menggelar friendly game bersama.
"Intinya, bal-balan kuwi kudu seneng. Bal-balan kuwi kudu gayeng. Bal-balan kuwi ora perlu otot-ototan, sing penting kabeh seneng," ucapnya lantas tersenyum. (ayu)
Editor : Amin Surachmad