RADAR JOGJA - Sang Mega Bintang, Cristiano Ronaldo, menurut berita yang beredar akan dijatuhkan sanksi hukumancambuk. Hal itu, dikarenakan sang Mega Bintang melanggaraturan yang telah ditetapkan.
Hal ini bermula, ketika skuad Al Nassr bertandang ke Iran untukmenghadapi Persepolis, pada lanjutan Liga Champions Asia 2023/2024, di Azadi Stadium (20/9/2023).
Seperti yang kita ketahui, Cristiano Ronaldo adalah pesepakbola yang memiliki banyak penggemar di berbagai penjurudunia. Begitupun, saat Mega Bintang berada di Iran, semuapenggemarnya ingin berjumpa dan berfoto kepadanya.
Dari banyaknya penggemar, Fatima Hamimi seorang wanitapelukis asal Iran itu, mendapatkan kesempatan untuk langsungbertemu dengan sang Mega Bintang asal Portugal tersebut.
Fatima Hamimi adalah pelukis yang mengalami kelumpuhan 85 persen, saat itu Fatima memberi hadiah lukisan berbentuk wajahsang Mega Bintang, Cristiano Ronaldo.
Tentunya, Cristiano Ronaldo mengapresiasi hasil karya yang diberikan Fatima Hamimi untuk dirinya.
Selain merangkul dan berfoto bersama, Cristiano Ronaldo juga memberikan kecupanhangat di keningnya. Dan tak lupa, Cristiano Ronaldo pun memberikan jerseynya dengan tanda tangan sang Mega Bintang tersebut.
Reaksi yang dilakukan Cristiano Ronaldo terhadap Fatima Hamimi, mendapatkan kritik dan beberapa pihak tak terima dengan aksi sang Mega Bintang tersebut.
Sebab di Negara Iran, ada hukum yang melarang laki-laki bersentuhan dengan perempuan yang bukan muhrimnya.
Menanggapi isu yang beredar Cristiano Ronaldo akanmen dapat hukuman cambuk, Pemerintah Iran memberikan pernyataan.
“Kami dengan tegas menolak dikeluarkannya keputusan pengadilan terhadap atlet internasional mana pun di Iran. Ada kekhawatiran bahwa publikasi berita yang tidak berdasartersebut dapat menutupi kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang terhadap bangsa Palestina yang tertindas.” Menurut akun Twitter IraninSpain, dikutip pada (14/10/2023)
“Perlu dicatat bahwa Cristiano Ronaldo melakukan perjalanan ke Iran pada tanggal 18 dan 19 September untuk bermain dalampertandingan sepak bola resmi dan diterima dengan sangat baikoleh masyarakat dan pihak berwenang.”
“Pertemuannya yang tulus dan manusiawi dengan Fatemeh Hamami juga dipuji dan dikagumi baik oleh masyarakat atauotoritas olahraga negara tersebut.” (Mulya Darma)
Editor : Bahana.