RADAR JOGJA - Persatauan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), mengambil langkah tegas tentang kebijakan wasit Liga 1 dan Liga 2 untuk menerapkan sistem promosi sampai degradasi yang rencananya pada putaran kedua musim 2023/2024.
Melalui Yoshimi Ogawa selaku Wakil Ketua Komite Wasit, PSSI memberlakukan hal tersebut sebagai bentuk permohonan maaf kepada pecinta sepak bola tanah air dan tindakan yang harus dilakukan atas seringnya kesalahan-kesalahan wasit dalam mengambil keputusan.
“Saya percaya bahwa kesalahan yang dilakukan wasit dalam suatu pertandingan, disebabkan karena masih kurangnya implementasi dan pemahaman akan hal-hal tersebut, dan kami di Komite Wasit, memohon maaf.” Kata Yoshimi Ogawa, dilansir dari laman resmi PSSI (6/10/2023).
“Oleh karena itu, kami di Komite Wasit PSSI, akan selalu mendidik mereka, dengan cara memberikan mereka masukan teknis setiap pekannya” Yoshimi Ogawa menambahkan.
Nantinya wasit akan dibina sama seperti pembinaan pemain, yakni jam bermain. Para wasit yang bermasalah harus diberikan jam terbang dan kesempatan lebih untuk menjadi pemipin pada pertandingan.
Yoshimi Ogawa mempertegas, penghentian tersebut bukanlah bentuk sebagai hukuman namun guna memberikan waktu kepada wasit yang bermasalah untuk merefleksikan kesalahan serta untuk mendapatkan edukasi.
“Ke depan, Komite Wasit tidak akan menggunakan kata-kata dihukum, akan tetapi akan menggunakan kata-kata memberikan waktu dan edukasi kepada Wasit. Akan tetapi, waktu yang diberikan juga pastinya kami batasi, dan ini akan kami buktikan di tengah musim untuk memberlakukan sistem promosi dan degradasi wasit Liga 1 dan Liga 2, sesuai dengan performa mereka.” Tutup Yoshimi Ogawa.
Guna meningkatkan kualitas sebuah liga, wasit adalah elemen penting yang menjaga dan bertanggung jawab atas keadilan di lapangan dan memastikan pertandingan berjalan fair play. (Mulya Darma/RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.