SLEMAN - Pelatih kepala PSS Sleman mengaku kecewa. Sebab, menurutnya, para pemain tim Super Elja tidak memegang janjinya agar mendapat kemenangan untuk fans.
"Jika kami bicara tentang pemain kami. Untuk minggu ini kami berjanji kepada fans kami untuk datang ke Bali kemarin, untuk bertarung dan memenangkan pertandingan. Tapi, sayangnya tidak semua pemain dapat menepati janjinya dan saya merasa kecewa," ujarnya (2/10).
Di pekan ke-14 kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 kemarin, PSS Sleman harus rela menelan kekalahan dengan tim tuan rumah Arema FC. Tim Super Elja harus kalah dengan tim Singo edan dengan skor 1-0.
Tapi secara keseluruhan, Mihail tidak menyalahkan para pemainnya atas hasil tersebut. Dan,katanya, Mihail pun juga tidak akan menceritakan tentang masalah internalnya karena berkaitan dengan teknikal kepemimpinan.
"Saya memilih mereka dan saya mengarahkan bagaimana mereka bermain. Tapi rasa simpati mereka terhadap fans tidak bergantung pada saya tapi pada mereka sendiri. Dan mereka tidak menunjukkan keinginannya untuk memenangkan pertandingan ini," sebutnya.
Dan setelah ini, Mihail mengaku agar timnya harus cepat berbenah supaya tidak mengalami situasi yang sulit seperti saat ini.
"Pertama, saya ingin meminta maaf karena tidak bisa memenangkan pertandingan dan merasa kecewa dengan hasil. Sebab, dalam sepak bola apapun bisa terjadi. Kami akan tetap semangat dan melakukan yang terbaik untuk kedepannya," ungkap Mihail.
Menurut Mihail, kekalahan tim asuhnya dengan Arema FC itu disebabkan karena kehilangan pemain yang cukup penting, yaitu Thales.
Sehingga kalau saja Thales masih di lapangan waktu itu mungkin PSS Sleman bisa draw atau mungkin lebih baik.
"Ya, begitulah inilah sepak bola. Yang jelas selamat untuk Arema dan Coach Valente yang sudah berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi," tegasnya.
Mihail juga menyebut laga kontra tim Singo Edan kemarin adalah laga yang cukup sulit bagi PSS Sleman.
"Dilihat dari Arema yang dalam kondisi yang cukup sulit. Namun sekarang kami lah yang berada dalam situasi yang cukup sulit itu," tegasnya. (ayu)
Editor : Amin Surachmad