KAWAL: Pelatih PSIM Jogja Kas Hartadi saat melawan PSKC Cimahi di Stadion Mandala Krida Jogja Minggu (17/9). (Elang Kharisma Dewangga/Radar Jogja)
JOGJA - PSIM Jogja akhirnya mendapatkan poin penuh pertamanya saat berlaga tandang kala menghadapi Perserang Serang di Stadion Maulana Yusuf, Banten pada Minggu (24/9) kemarin.
Dalam laga tersebut, PSIM Jogja berhasil menumbangkan tim tuan dengan skor 0-1 melalui gol dari Winggernya Ari Maring.
Sehingga kemenangan tersebut menjadi hadiah bagi para suporter Brajamusti, The Maident, masyarakat Jogja, dan paling penting kakak Pelatih Kepala PSIM Jogja KasHartadi yang baru saja meninggal dunia.
Kakak KasHartadi, Joko Sri Hartono meninggal dunia pada Rabu (20/9) lalu. Kabarnya, kakak juru taktik Laskar Mataram itu meninggal dunia di Surakarta, Jawa tengah.
Sehingga hal tersebut membuat KasHartadi tidak menghadiri pemakaman kakak kandungnya. Lantaran dirinya sibuk menemani tim PSIM Jogja yang bertandang ke Serang.
KasHartadi, Pelatih Kepala PSIM Jogja, mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan perdananya yang di raih ini. Namun, baginya permainan melawan Perserang Serang kemarin adalah permainan yang cukup berat.
"Melihat pertandingan kemarin memang sangat berat, saling serang, tapi kami beruntung kitalah pemenangnya," ujarnya (25/9).
Kemenangan tersebut memang merupakan kemenangan pertama bagi PSIM Jogja. Sebab, di dua laga sebelumnya, tim Laskar Mataram belum bisa mendapatkan hasil yang maksimal saat melawan Bekasi City dan PSKC Cimaih.
Maka hal tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi tim untuk pertandingan kontra Laskar Singandaru kemarin.
"Dengan perolehan tiga poin ini harapanya kedepannya agar kami lebih percaya diri," sebut KasHartadi
Tiga poin pertama ini merupakan pencapaian dari janji KasHartadi pada pendukung PSIM Jogja. Sebelumnya.
Karena KasHartadi sendiri sudah berjanji pada suporter untuk mendapatkan enam poin dari tiga laga tandang pada putaran pertama ini kompetisi Pengadaian Liga 2 2023/2024 ini.
Meskipun mendapatkan poin penuh, Kas mewanti-wanti pemainnya agar tidak berpuas diri dan jangan merasa besar. Sebab kompetisi masih panjang, masih banyak yang harus dilalui.
"Jadi kami akan tetap konsentrasi tahap demi tahap saja," tandas pelatih asal Solo itu. (ayu)