RADAR JOGJA - Pertandingan Eredivisie antara Ajax dan Feyenoord di Johan Cruyff Arena terpaksa dihentikan setelah para pendukung Ajax melemparkan suar ke dalam lapangan.
Pada menit ke-55 saat Ajax ketinggalan 3-0 atas Feyenoord, beberapa pendukung tuan rumah mulai melemparkan suar kedalam lapangan dalam upaya membatalkan pertandingan.
Sebelumnya pada sebelum babak pertama usai, pertandingan sudah dihentikan sementara, puncaknya pada awal babak kedua official akhirnya menganggap pertandingan tidak bisa dilanjutkan karena alasan keamanan.
Setelah pertandingan dihentikan, muncul pernyataan singkat di media sosial dari Eredivisie yang berbunyi, “Pertandingan antara Ajax dan Feyenoord dihentikan setelah banyaknya kembang api yang meledak di lapangan. Untuk info lebih lanjut penyelesaian pertandingan ini, bakal ada konfirmasi selanjutnya”.
Para penggemar tuan rumah Ajax, dilaporkan mulai berbalik melawan satu sama lain karena frustasi melihat tim kesayangannya pada babak pertama ketinggalan dua gol.
Media Belanda, AD menggambarkan insiden itu sebagai kerusuhan paling menyedihkan dalam 123 tahun sejarah Ajax.
Beberapa penggemar terus menunjukkan kemarahan mereka setelah pertandingan dengan merusak Stadion.
Beberapa polisi huru hara dipanggil ke tempat kejadian , Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan itu.
Ketegangan di Johan Cruyff Arena sudah memanas sejak awal musim yang buruk dari Ajax. Ajax saat ini berada di peringkat 13 klasemen Eredivisie dengan satu kemenangan, satu kekalahan dan dua kali seri dari lima pertandingan.
Manager Maurice Steijn dan Direktur Teknik Sven Mislintat mendapatkan kecaman dan kritik keras dari para supporter.
Ajax mengeluarkan statement tak lama setelah kerusuhan tersebut. “kekecewaan atas awal musim yang buruk sepenuhnya dapat dimengerti, tetapi tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan kerusuhan. Kami meminta maaf kepada siapapun yang merasa terganggu oleh hal ini,”. (cr4)
Editor : Bahana.