Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Coach Mihail: Komposisi Pemain yang Pas Menjadi Kunci Pertandingan

Guntur Aga Tirtana • Senin, 21 Agustus 2023 | 04:58 WIB
PAS: Pelatih PSS Marian Mihail. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
PAS: Pelatih PSS Marian Mihail. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
 
SLEMAN - PSS Sleman mendapat kemenangan tiga kali berturut-turut setelah melakoni mengalahkan tuan rumah Persita Tanggerang. Skornya 3-2 dengan permainan yang dramatis.
 
 
Kemenangan yang diraih PSS Sleman itu tidak lain berkat kejelian pelatih kepala PSS Marian Mihail. Juga, jajaran pelatih yang membuat komposisi sebelas pemain berjalan apik. 
 
Pada pertandingan itu, Super Elang Jawa kehilangan gelandang serang andalan Jonathan Bustos. Namun, hal itu direspons oleh staf pelatih dengan memberikan peran sentral kepada penyerang Esteban Vizcarra.
 
 
Sementara untuk absennya Kei Sano dapat digantikan oleh Todd Ferre. Dia bermain bersama Ricky Cawor.
 
Untuk sektor juru gedor, Coach Mihail kembali mempercayakan penyerang muda Hokky Caraka. Dia turun sejak kick-off babak pertama.
 
Menurut Coach Mihail, kunci dari kemenangan itu adalah dengan mengatur komposisi pemain dengan pas. Permainan pun tetap bisa berjalan seperti yang diharapkan.
 
 
Coach Mihail juga menyebut kemenangan itu juga berkat dari sumbangsih Hokky. Pemain kelahiran Ponjong, Gunung Kidul, itu bermain sangat baik di laga kontra Persita.
 
Beberapa serangan berbahaya yang dilakukannya sukses membuka peluang gol. Puncaknya serangan yang dilakukannya berbuah gol di menit ke-42. Dia memberikan umpan kepada Ricky Cawor.
 
"Sebagai pelatih, saya sudah terbiasa memberikan kepercayaan dan kesempatan untuk para pemain muda agar mereka bisa bermain dengan bebas.
Pokoknya saya terus mencoba mengatur komposisi yang pas untuk laga. Dan untuk kondisi yang terjadi pada Hokky, saat ini pemain itu mengingatkan saat saya dulu melatih tim di Irak," ujar Mihail (20/8). 
 
 
Coach Mihail menceritakan pengalamannya. Dia dulu sempat melatih Ibrahim Bayesh, pemain muda salah satu klub di Irak.
 
Saat itu, Coach Mihail memberikan jam terbang lebih pada saat pemain berusia 16 tahun itu. 
 
"Dia mencetak gol pertama ketika saya mainkan sebagai pemain kesebelasan pertama. Lalu, empat tahun setelahnya, dia menjadi pemain terbaik di Timnas Irak. Maka dengan pengalaman itu, saya percaya penuh kepada Hokky agar mampu meraih level tersebut," katanya.
 
Di siskain, menurut Coach Mihali, peran asisten pelatih PSS Bertrand Crasson juga sangat berpengaruh. Yang mana, dulu Bertrand sudah melihat potensi Hokky saat menjalani latihan pra musim.
 
"Dulu pertama kali saya saat melatih PSS, kolega saya Bertrand menyatakan, bahwa Hokky adalah pemain yang sangat berpotensi menjadi pemain bagus di musim ini. Saya tidak tahu dia melihat dari mana. Tapi, saya tahu dia cukup jeli untuk itu. Itulah kenapa saya sangat percaya dan berbahagia dengannya," tandasnya. (ayu) 
 
Editor : Amin Surachmad
#PSS #PSS Sleman #persita berpisah dengan pelatih #marian mihail #hokky carakan