Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bek PSIM Jogjakarta Syaiful Indra: Oktober Kami Belum Gajian

Editor News • Senin, 11 November 2019 | 00:41 WIB
MENUNGGU PULIH: Syaiful Indra Cahya saat berlatih bersama PSIM Jogja. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
MENUNGGU PULIH: Syaiful Indra Cahya saat berlatih bersama PSIM Jogja. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Pada awal musim, PSIM Jogjakarta tergolong salah satu tim Liga 2 yang paling jor-joran mendatangkan pemain. Ternyata, begitu gagal lolos ke delapan besar, kabar negatif malah menyeruak dari klub berjuluk Laskar Mataram itu. Kabar berupa tunggakan gaji pemain.

Bocornya ketidakberesan itu berawal dari posting-an salah seorang pemain Laskar Mataram Syaiful Indra Cahya di media sosialnya. Dalam posting-an tersebut, Syaiful menyindir manajemen PSIM.

Ketika dihubungi, Syaiful membenarkan hal tersebut. ’’Ya, kami belum menerima gaji Oktober. Padahal, kontrak kami sebenarnya sampai Desember,’’ ucap pemain asli Malang tersebut seperti dilansir dari JawaPos.com.

Sebenarnya Syaiful enggan membuat ramai permasalahan itu. Namun, dia merasa ada ketidakadilan dari manjemen. Sebab, menurut informasi yang didapat, pemain lama PSIM sudah menerima gaji. Hanya pemain yang bergabung di putaran kedua yang belum menerima gaji.

’’Kenapa pemain yang lama sudah kok kami pemain yang baru belum dibayar. Kami kontak manajemen pun tidak ada respons. Tidak ada iktikad baik dari mereka,’’ kata Syaiful.

Kekecewaan Syaiful memuncak ketika anak semata wayangnya, Zavier Indra Ramadhan, jatuh sakit. Zavier yang harus menjalani rawat inap karena demam berdarah terpaksa hanya menjalani rawat jalan. Sebab, Syaiful tak ada biaya.

’’Kami juga punya keluarga yang harus dihidupi. Anak saya kemarin juga sakit. Tapi, karena nggak ada uang, terpaksa hanya rawat jalan. Sebab, tabungan saya telanjur terpakai untuk yang lain,’’ tutur mantan pemain Semen Padang tersebut.

Syaiful juga geram karena mendapat kabar kalau manajemen menyalahkan pemain rekrutan anyar soal gagalnya PSIM lolos ke babak delapan besar.

Bahkan, muncul rumor bahwa pemain rekrutan putaran kedua harus ikut bertanggung jawab atas denda Rp 1,5 miliar yang dibayarkan oleh manajemen. Itu akibat dari kerusuhan saat PSIM kalah 2-3 oleh Persis Solo pada 21 Oktober lalu.

’’Kalau memang ini denda, kan seharusnya ditanggung sama-sama. Kenapa cuma kami (rekrutan baru, Red)? Kenapa pemain lama tidak? Soal hasil kan kita tim, nggak bisa menyalahkan beberapa pemain saja. Kami juga sudah berusaha untuk tim,’’ tutur Syaiful.

’’Mereka sempat bilang mau bayar yang Oktober, lalu yang November separo. Ya, kami nggak mau. Kan sesuai kontrak sampai Desember. Setelah itu sudah tidak ada kabar lagi,’’ lanjut Syaiful. (rid/nia/ali/JPC) Editor : Editor News
#SYAIFUL INDRA CAHYA #gaji pemain #Liga 2 #PSIM Jogja