SLEMAN – Panggung Grand Final Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026 di kompleks Candi Prambanan melahirkan A-YOUNGZ sebagai juara utama, Sleman, Minggu (30/8). Tim asal Jabodetabek itu sukses menyisihkan enam finalis lainnya dan berhak membawa pulang hadiah Rp 50 juta serta kesempatan berangkat ke Jepang.
Grand Final menjadi titik akhir perjalanan panjang kompetisi yang diikuti ribuan grup dari berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini, tercatat 1.779 grup mengikuti POTEK Dance Fest. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang mencapai 1.449 grup.
Tujuh tim terbaik yang lolos ke babak final datang dengan karakter dan identitas berbeda. Mereka mewakili Medan, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi.
Baca Juga: Nany Widjaja Wajib Tanggungjawab Kerugian PT JFC Rp 21 M hingga Harta Pribadi
Mengusung tema Modern with Indonesian Heritage, para finalis ditantang memadukan gerakan dance modern dengan kekayaan budaya Indonesia. Konsep, koreografi, musikalitas, kekompakan, kreativitas, storytelling, hingga kekuatan penampilan menjadi bagian yang dinilai.
Persaingan semakin menarik dengan kehadiran Ibuki Imata, international dancer asal Jepang, sebagai International Judge. Ia menilai kompetisi bukan sekadar persoalan menjadi yang terbaik, tetapi juga kesempatan bagi dancer untuk belajar dari peserta lain.
“Kompetisi memberi dancer kesempatan untuk belajar bukan hanya dari juri, tetapi juga dari peserta lain. Saya sangat menantikan bagaimana para finalis membawa karakter mereka sendiri, terutama ketika menggabungkan dance modern dengan unsur budaya Indonesia,” ujar Ibuki.
Baca Juga: Bansos Terancam Dihentikan gegara Judol, Dinsos Kebumen Minta Pantau Anggota Keluarga Sendiri
Selain gelar juara utama, sejumlah penghargaan diberikan kepada finalis dengan keunggulan masing-masing. ARTEEZ meraih Best Collaborative Group, SUNKISS DANCE CREW mendapatkan Best Digital Presence, WAACKANIZM meraih Best Costume and Makeup, sedangkan A-YOUNGZ kembali mendapat penghargaan Best Brand Presence.
Dalam klasemen utama, WAACKANIZM menempati posisi runner-up, sementara SUNKISS DANCE CREW berada di peringkat ketiga.
Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health Andry Mahyudi mengatakan, Grand Final tidak sekadar menjadi ajang menentukan pemenang. Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan karakter, kreativitas, sekaligus identitas mereka.
Baca Juga: Dua Belas SSB dari Seluruh DIY Siap Ramaikan JFL 2026 di Stadion Tridadi
“Sejak awal, kami ingin POTEK Dance Fest menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan karakter, kreativitas, dan identitas mereka. Melihat tujuh finalis akhirnya bertemu di satu panggung setelah melewati perjalanan panjang dari daerah masing-masing menjadi momen yang sangat membanggakan bagi kami,” katanya.
Perjalanan para finalis menuju Prambanan dimulai dari tahap submission, audisi, hingga semifinal di enam regional. Setiap tim kemudian menyempurnakan konsep dan koreografi sebelum tampil di panggung nasional.
Bagi Andry, meningkatnya jumlah peserta menjadi gambaran semakin besarnya potensi komunitas dance di Indonesia. Keberagaman karya yang muncul dari berbagai daerah juga menunjukkan bahwa dance telah menjadi ruang bagi anak muda untuk berekspresi sekaligus memperkenalkan identitas budaya.
Baca Juga: Desil Berubah, Pemkot Magelang Verifikasi dan Data Ulang 7.000 Warga
“Melihat jumlah peserta yang terus bertambah sekaligus kualitas karya yang semakin beragam membuat kami semakin yakin bahwa komunitas dance Indonesia memiliki potensi yang sangat besar,” ujarnya.
Kemenangan di Prambanan sekaligus membuka perjalanan baru bagi A-YOUNGZ. Kesempatan menuju Jepang diharapkan menjadi pengalaman tambahan bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas wawasan di dunia dance.
“Semoga perjalanan ke Jepang nanti bukan menjadi akhir, tetapi langkah berikutnya untuk terus berkembang, membawa inspirasi baru, dan menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia mampu melangkah lebih jauh,” pungkas Andry.
Editor : Heru Pratomo