SLEMAN – Tak sekadar mengejar gerakan dan koreografi, dance kini bisa menjadi cara anak muda menjaga kebugaran. Gerakan yang ritmis, repetitif, dan melibatkan otot-otot besar membuat dance dapat menjadi bagian dari aktivitas aerobik atau kardio.
Dokter olahraga sekaligus influencer kesehatan dr. Ikhwan Zein mengatakan dance berpotensi menjadi pilihan olahraga yang menarik bagi generasi Z (Gen Z). Terlebih, aktivitas tersebut dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan minat anak muda.
"Ada intensitas, kemudian ada durasi yang masuk untuk kita kategorikan sebagai juga gerakan aerobik atau kardio," katanya di Sleman, Jumat (28/8).
Baca Juga: Bukan Sekadar Launching, PSIM Jogja Hadirkan Mini Museum Jersey Lawas hingga Bahas Kultur Suporter
Ikhwan menjelaskan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 menit per minggu atau intensitas berat selama 75 menit. Dance dengan intensitas cukup tinggi dapat menjadi salah satu aktivitas untuk memenuhi rekomendasi tersebut.
"Sehingga tentunya akan sangat related ketika ada sebuah kegiatan yang mendorong anak-anak muda terutama untuk bisa meningkatkan aktivitas fisiknya melalui gerakan-gerakan yang menarik sehingga mereka bisa mengikuti secara konsisten," ujarnya.
Semangat mengajak anak muda lebih aktif tersebut turut dikemas melalui Komix Herbal POTEK Dance Fest 2026. Sebanyak tujuh kelompok dance dari berbagai daerah akan beradu skill dalam babak final di Kawasan Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Minggu (30/8).
Baca Juga: Hadapi Tren Promo Gen Z dan Food Waste, ESB Tawarkan Solusi Digital Berbasis Data di JIFHEX Jogja
Head of OTC, Women Health and Natural Wellness Category Kalbe Consumer Health Andry Mahyudi mengatakan kompetisi tersebut menjadi upaya mendekatkan pesan hidup aktif dengan keseharian anak muda.
"Anak muda sebenarnya punya begitu banyak cara untuk bergerak, kami ingin mengajak mereka memulainya dari aktivitas yang memang mereka sukai, salah satunya dance," katanya.
Tujuh finalis yang lolos ke babak puncak yakni In Motion Dance House dari Medan, ArteeZ dan A-Youngz dari Jabodetabek, Mystylez Crew dari Jawa Barat, Waackanizm dari Jawa Tengah, Sunkiss Dance Crew dari Jawa Timur, serta Zenith dari Sulawesi.
Baca Juga: Prediksi Tottenham Hotspur vs Newcastle United Premier League, Balas Dendam The Lilywhites
Mereka sebelumnya mengikuti seleksi langsung di sejumlah kota, meliputi Palembang, Medan, Bandung, Surabaya, Bali, Makassar, Pontianak, Ambon, Jakarta, dan Solo. Di panggung final, masing-masing kelompok akan membawa karakter daerah dan referensi budaya dalam interpretasi tema Modern with Indonesian Heritage.
Editor : Heru Pratomo