Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Band Suporter Over Distortion dan Genre 'Curva Rockers', Musik yang Lahir dari Pengalaman Kolektif di Tribun

Fahmi Fahriza • Minggu, 10 Mei 2026 | 09:10 WIB
Anggota band Over Distortion, Fahmi Muzaki, Hasan Ashari dan Angga Dipura
Anggota band Over Distortion, Fahmi Muzaki, Hasan Ashari dan Angga Dipura

 

 

Kembalinya PSS Sleman ke Liga 1 atau BRI Super League musim depan turut membawa antusiasme tersendiri bagi band asal Sleman, Over Distortion. Selama bertahun-tahun, band tersebut dikenal lekat dengan kultur tribun dan kelompok suporter PSS, khususnya Brigata Curva Sud (BCS).

Vokalis sekaligus gitaris Over Distortion Fahmi Muzaki mengatakan, sejak awal Over Distortion tidak dibentuk secara khusus sebagai band suporter. "Kami cuma satu dusun, satu wilayah, terus sama-sama suka ngeband dan nonton PSS," ujar Fahmi atau Amek panggilan akrabnya, Jumat (8/5).

Para personel Over Distortion memang sudah aktif datang ke stadion sejak era Slemania hingga akhirnya mereke beralih menjadi bagian dari BCS. Akhirnya mereka memutuskan Over Distortion menjadi band suporter saja. “Risikonya waktu itu ya kami cuma main di Sleman, karena hubungan antarsuporter dulu belum sedamai sekarang," katanya.

Baca Juga: Polisi Masih Dalami Latar Belakang Keberadaan 11 Bayi di Sebuah Rumah di Pakem

Band yang menetapkan 19 Desember 2010 sebagai hari jadi tersebut kini dikenal lewat lagu-lagu yang banyak bercerita soal tribun, loyalitas, hingga dinamika yang terjadi di sekitar PSS. Menurut Amek, sebagian besar karya mereka lahir dari pengalaman pribadi dan pengalaman bersama teman-teman di tribun. "Banyak cerita dan peristiwa yang menurut kami harus diceritakan lewat lagu," ucapnya.

Ia mencontohkan album 10 Tahun di Barisan yang dibuat sebagai dokumentasi perjalanan BCS selama satu dekade. Meski identik dengan kultur suporter, Amek mengaku Over Distortion tidak merasa ruang kreatif mereka menjadi sempit.

 Justru menurutnya, pengalaman di tribun membuat karya mereka lebih mudah diterima oleh suporter dari berbagai kota. "Ternyata masalah-masalah di dunia suporter itu mirip-mirip. Jadi lagu kami juga bisa diterima di tempat lain," lanjutnya.

Baca Juga: 23 Warga Purwomartani Sleman Terkena Gangguan Kesehatan Dugaan Kebocoran Gas di Pabrik Es Kristal Kalasan

Meskipun begitu, salah satu lagu mereka ‘Selebrasi’ bahkan di-remake oleh band asal Inggris Booze & Glory. . Lagu ini diubah judulnya menjadi “Legends” dan masuk dalam album terbaru Booze & Glory bertajuk Whiskey Tango Foxtrot.

Amek juga sempat menyinggung istilah genre baru yang mereka ciptakan sendiri untuk menggambarkan musik Over Distortion. "Kalau dibilang punk enggak punk, british rock juga nggak sepenuhnya. Jadi ya kami bikin sendiri saja, genre band kami itu curva rockers," katanya sambil tertawa.

Bassist Hasan Ashari melihat kultur musik di tribun Sleman kini semakin berkembang. Ia menyebut banyak rilisan baik musik ataupun merchandise band lain yang juga akrab dipakai suporter di stadion. "Morfem banyak, .Feast juga banyak dipakai di stadion. Jadi memang kultur musik di tribun sekarang berkembang," kata Hasan.

Baca Juga: PSS Sleman Jangan Mampir Ngombe di Super League

Di luar itu, Hasan memastikan Over Distortion tetap memegang prinsip kultur tribun yang selama ini diyakini BCS, termasuk manifesto “No Ticket No Game”. Meski memiliki relasi baik dengan lingkungan klub, mereka mengaku tetap membeli tiket sendiri saat menonton pertandingan PSS. "Kami enggak pernah minta tiket complimentary. Kalau dikasih pun enggak mau. Kami menghormati manifesto BCS, salah satunya ya ‘No Ticket No Game’," tegasnya.

Sementara itu, drummer Angga Dipura menyebut promosi PSS ke Liga 1 menjadi suntikan motivasi baru bagi para personel Over Distortion untuk terus berkarya. "Kalau PSS sedang bagus ya jadi semangat buat bikin karya. Kalau sedang turun juga bisa jadi bahan untuk membuat karya kritik atau movement," ujarnya. (iza/pra)

Editor : Heru Pratomo
#over distortion #curva rockers #PSS #PSS Slem #BCS