Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Sekadar Tren, Pengguna Akui Ballet Sneakers Jadi Solusi Praktis dan Stylish untuk Dukung Mobilitas Harian

Fahmi Fahriza • Jumat, 17 April 2026 | 20:34 WIB
Irza Triamanda dengan ballet sneakers-nya. (Foto: dokumentasi pribadi)
Irza Triamanda dengan ballet sneakers-nya. (Foto: dokumentasi pribadi)

JOGJA - Tren ballet sneakers mulai menemukan momentumnya di kalangan perempuan dengan mobilitas tinggi.

Perpaduan antara desain ramping khas sepatu balet dan kenyamanan sneakers, dinilai mampu menjawab kebutuhan aktivitas yang dinamis tanpa mengorbankan penampilan.

Salah seorang pengguna ballet sneakers Irza Triamanda mengaku memilih ballet sneakers karena mampu mengakomodasi tuntutan pekerjaannya yang membutuhkan mobilitas tinggi.

"Sepatu ini seimbang antara mobilitas dan estetika. Ballet sneakers juga fleksibel seperti sepatu olahraga tapi tetap punya kesan feminin dan rapi," ujar Irza kepada Radar Jogja, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga: Tumbang Tiga Kali Beruntun, Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Soroti Permasalahan di Timnya: Seperi Memiliki Dua Wajah Berbeda

Menurutnya, sepatu jenis ini menjadi solusi praktis di tengah aktivitas yang padat.

Tidak hanya nyaman untuk bergerak, tetapi juga tetap proper digunakan dalam situasi semi-formal.

Dalam memilih produk, Irza mengaku tidak sepenuhnya mengikuti tren, melainkan menjadikannya sebagai referensi.

Ia memilih Airwalk dengan seri Airwalk Escalate Ballerina Women karena pertimbangan kenyamanan dan harga yang relatif terjangkau.

"Aku lebih prefer model yang bisa merepresentasikan selera pribadi dibanding sekadar ikut tren viral," katanya.

Baca Juga: Persiapan Pengisian Jabatan Sekda, Sleman Matangkan Sistem Talent Pool

Dari sisi desain, Irza menilai daya tarik utama ballet sneakers terletak pada siluetnya yang unik.

Yakni ramping dan ringan seperti ballet flats, namun dipadukan dengan sol sneakers yang kokoh.

"Jadi kesannya tetap cantik dan sporty berbarengan, sesuatu yang kadang sulit didapat dari chunky sneakers," jelasnya.

Lebih lanjut dari segi kenyamanan, ia mengakui ballet sneakers cukup mendukung aktivitas harian.

Namun ia tetap melakukan penyesuaian dengan menambahkan bantalan di bagian tumit untuk meningkatkan kenyamanan.

Baca Juga: PSIM Jogja Tumbang di Lampung meski Sempat Unggul, Bhayangkara FC Menang 2-1

"Ini sepatu tempur harian aku. Tetap terlihat cantik tapi juga nyaman. Cuma aku tambahin bantalan sendiri di tumit biar lebih enak," ungkap Irza.

Kendati demikian, sepatu ini memiliki keterbatasan, terutama saat digunakan dalam kondisi cuaca ekstrem atau medan yang tidak bersahabat.

"Kalau hujan atau lapangan becek kurang cocok, karena bagian atasnya lebih terbuka dibanding sepatu full sneakers atau boots," jelasnya.

Menariknya, respons lingkungan terhadap gaya ini cenderung positif. Irza mengaku sering mendapat pertanyaan hingga menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya.

"Banyak yang nanya nyaman atau nggak. Setelah aku jelasin, beberapa teman malah jadi tertarik beli juga. Senang sih bisa menginspirasi," katanya.

Baca Juga: Mardijiyono Karto Sentono, Calon Jemaah Haji Tertua di DIY dengan Usia 103 Tahun; Demi Wasiat sang Istri, Daftar dan Pelunasan dengan Jual Sapi

Bagi Irza, penggunaan ballet sneakers lebih didorong oleh ekspresi personal dibanding kebutuhan akan validasi sosial.

Lebih jauh ia juga melihat ballet sneakers bukan sekadar tren sesaat. Melainkan inovasi desain yang relevan dengan kebutuhan perempuan modern.

"Menurutku ini inovasi yang cerdas. Kita butuh sesuatu yang praktis, nyaman tapi tetap modis. Konsep ini akan selalu punya tempat," tandasnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#ballet sneakers #lifestyel #tren #stylish #Irza Triamanda