YOGYAKARTA – Nuansa penuh warna menyambut pengunjung di pusat Kota Pelajar saat brand fashion nasional, BAIQMARKET, resmi melakukan reopening flagship store terbarunya pada Sabtu (14/2/2026).
Mengusung tema besar “Escape to the New Journey”, gerai ini tampil beda dengan ledakan estetika warna-warni yang mencolok.
Peresmian lantai dua gerai ini bukan sekadar perluasan ruang, melainkan simbol transformasi progresif.
Bertepatan dengan momen Hari Valentine dan nuansa Tahun Baru Imlek, pemilihan warna-warna cerah seperti ungu, merah muda, dan kuning mendominasi interior toko, menciptakan atmosfer penuh keceriaan yang merepresentasikan energi perempuan Indonesia.
Yogyakarta dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai kota kelahiran BAIQMARKET, kembalinya mereka ke "titik nol" ini merupakan langkah strategis untuk mempererat ikatan dengan generasi muda.
"Yogyakarta adalah asal-muasal kami. Kami ingin tetap relevan dan hadir langsung di tengah anak muda sebagai bagian dari perjalanan mereka," ujar General Manager BAIQMARKET, Ade Bamona, melalui rilis resmi yang dipantau via Instagram @baiqmarket.
Di tengah gempuran belanja daring, BAIQMARKET justru memperkuat pengalaman offline melalui desain toko yang instagramable dan penuh warna. Ade mencatat meski kanal online menyumbang 20 persen omzet, interaksi fisik di toko tetap menjadi prioritas utama untuk membangun koneksi emosional dengan pelanggan.
Menyambut Ramadan dan Lebaran 2026, pengunjung sudah bisa berburu koleksi dengan harga spesial, mulai dari celana seharga Rp129.000 hingga aksesori handmade yang variatif dan unik.
Founder BAIQMARKET, Baiq Ayesha, menegaskan bahwa konsep "Escape to the New Journey" adalah undangan bagi publik untuk melihat evolusi mereka. "Reopening ini adalah representasi evolusi kami dari lokal menuju skala nasional dengan tetap menggandeng komunitas kreatif," tuturnya.
Setelah menyemarakkan Yogyakarta dengan konsep aneka warnanya, BAIQMARKET siap melanjutkan ekspansi besar ke Jakarta, dengan target pembukaan gerai seluas 1.100 meter persegi di kawasan Blok M, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur.
Editor : Heru Pratomo