RADAR JOGJA - Setiap orang tua pasti setuju bahwa keamanan anak adalah hal yang sangat penting.
Tapi sering kali kita hanya fokus pada bahaya yang terlihat jelas secara fisik, padahal ada juga ancaman tersembunyi yang tidak tampak secara langsung tetapi sangat berbahaya bagi anak.
Kita perlu mewaspadai fenomena berbahaya bernama child grooming.
Sebuah ancaman bagi anak yang sulit dikenali karena caranya yang sangat halus.
Ancaman ini memanfaatkan ketidaktahuan orang tua dan kepolosan anak-anak dalam menilai orang lain.
Secara bertahap ancaman ini ditujukan untuk mengeksploitasi anak hingga menyerang kesehatan mental anak.
Pelakunya pun belum tentu orang asing, bisa jadi mereka adalah orang yang terlihat sangat baik dan perhatian di mata anak.
Memahami Apa Itu Child Grooming
Dilansir dari artikel kesehatan di Halodoc, child grooming adalah tindakan manipulasi psikologis oleh orang dewasa (predator) terhadap anak-anak atau remaja yang dilakukan secara bertahap melalui proses yang terencana.
Tujuan utamanya adalah membangun kepercayaan dan hubungan dekat dengan anak untuk menciptakan peluang melakukan pelecehan atau eksploitasi seksual.
Pelaku secara sengaja akan menurunkan kewaspadaan korban dan orang-orang di sekitarnya agar kejahatan mereka tidak disadari.
Cara Pelaku Menjerat Korban
Pelaku child grooming biasanya sangat pandai dalam berpura-pura di depan anak.
Ini dilakukan untuk membangun hubungan dengan anak.
Ada juga beberapa taktik licik yang sering pelaku child grooming gunakan.
Pelaku sering berpura-pura memiliki hobi yang sama agar anak menganggap mereka sebagai teman dekat.
Mereka akan membuat anak merasa nyaman dan diperhatikan. Salah saunya dengan cara menawarkan bantuan atau memberikan hadiah kepada anak, sehingga anak merasa berhutang budi pada pelaku.
Mereka juga bisa mendekati anak secara langsung bertatap muka atau bersembunyi di balik layar melalui media sosial.
Pada akhirnya, pelaku bertujuan untuk memengaruhi emosional anak seperti perasaan kesepian, kurang percaya diri, atau sedang memiliki masalah di rumah.
Sehingga anak sebagai korban dapat dengan mudah dimanipulasi, dieksploitasi, hingga dilecehkan secara seksual oleh para pelaku child grooming.
Tanda-Tanda Bahaya yang Harus Diperhatikan
Sebagai orang tua, kita harus peka terhadap perubahan sikap anak.
Curigai jika anak menerima hadiah mahal yang tidak wajar atau mendapatkan perhatian berlebihan dari orang lain.
Selain itu, perhatikan juga pola komunikasi anak dengan orang tersebut.
Waspada jika anak mulai punya rahasia dengan orang dewasa tertentu dan tidak mau memberitahukannya kepada orang tua.
Pelaku sering menjelekkan orang tua di depan anak agar hubungan anak dan keluarganya menjadi renggang.
Tanda lainnya adalah anak menjadi sangat bergantung pada orang tersebut.
Perhatikan jika ada sentuhan fisik yang awalnya terlihat biasa saja, namun lama-kelamaan menjadi tidak pantas dan mengarah ke arah pelecehan seksual.
Dampak Buruk dan Cara Pencegahan
Dampak dari manipulasi ini sangat berbahaya bagi masa depan anak.
Sebagai korban, anak bisa mengalami trauma mental yang berat, seperti depresi, kecemasan, hingga gangguan stres pasca trauma.
Bahkan, anak juga bisa merasa malu dan bersalah sehingga menyalahkan diri sendiri.
Pencegahan ini harus dilakukan sedini mungkin oleh orang tua.
Ajarkan anak tentang batasan tubuh atau privasi diri.
Beri tahu anak, mana sentuhan yang boleh dan tidak, serta minta mereka berani melapor jika merasa tidak nyaman.
Bangunlah komunikasi yang terbuka dan santai di rumah.
Pastikan anak merasa aman bercerita apa saja kepada orang tua, sehingga mereka tidak mencari kenyamanan dari orang asing. Kita juga wajib memantau kegiatan anak di internet.
Ketahui siapa saja teman main anak di dunia nyata dan siapa teman mengobrol mereka di dunia maya.
Hal ini penting untuk mengetahui siapa saja yang mungkin berinteraksi dengan anak.
Dengan memahami cara kerja kejahatan ini, kita bisa melindungi anak dari manipulasi predator yang mengancam keamanan anak. (Aqbil Faza Maulana)
Editor : Meitika Candra Lantiva