Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

9 Tradisi Unik Menyambut Isra Miraj 2026 di Berbagai Daerah Indonesia

Magang Radar Jogja • Selasa, 13 Januari 2026 | 10:40 WIB
Isra Miraj.
Isra Miraj.

RADAR JOGJA - Isra Miraj adalah sebuah momen perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW di malam hari yang kelak membawa perintah salat lima waktu bagi umat Muslim.

Bagi umat Islam sendiri, peristiwa ini selalu diperingati setiap tahunnya sebagai bentuk refleksi untuk meningkatkan ketakwaan dan meneladani Rasulullah SAW.

Tahun 2026 ini, umat Islam kembali bersiap menyambut peringatan Isra Miraj pada 16 Januari 2026.

Di Tanah Air, momen ini dirayakan dengan cara yang sangat beragam.

Bukan sekadar doa dan ibadah saja, melainkan sebuah perpaduan budaya yang melahirkan ragam tradisi unik yang penuh makna dar berbagai daerah di Indonesia.

Berikut adalah rangkuman tradisi unik Isra Miraj di Indonesia yang dilansir dari beberapa sumber.

1. Hajad Dalem Yasa Peksi Burak (Yogyakarta)


Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki tradisi turun-temurun yang disebut Hajad Dalem Yasa Peksi Burak.

"Yasa" berarti membuat, sementara "Peksi Burak" merujuk pada Burung Buraq, sebuah makhluk yang diyakini digunakan Rasulullah SAW sebagai kendaraan saat peristiwa Isra Miraj.

Tradisi ini dimulai dengan membuat Peksi Burak yang dirangkai dalam bentuk pohon buah dan empat pohon bunga menggunakan buah dan kulit jeruk bali yang diukir sedemikian rupa membentuk badan hingga sayap burung burak

Karya seni buah-buahan ini kemudian diletakkan di daun kemuning yang dirangkai menjadi sebuah sarang burung.

Prosesi tradisi ini diakhiri dengan arak-arakan gunungan buah menuju Masjid Gede Kauman untuk dibagikan kepada warga usai doa bersama.

Baca Juga: Status Siaga Gunung Merapi: Terjadi 109 Gempa Guguran dan Luncuran Lava 1.700 Meter ke 4 Sungai

2. Pembacaan Kitab Arja (Temanggung)


Bergeser ke Jawa Tengah, tepatnya di Desa Wonoboyo, Temanggung, terdapat tradisi pembacaan Kitab Arja hingga khatam (selesai).

Tradisi ini biasanya dimulai selepas salat Isya, diawali dengan tahlil, dan diakhiri doa bersama.

Nama lengkap kitab ini adalah Arjaa Syafaat, yang bermakna harapan untuk mendapatkan syafaat.

Kitab Arja adalah warisan ulama besar KH Ahmad Rifai al-Jawi.

Kitab ini ditulis menggunakan Arab Pegon dan berbahasa Jawa, yang mengisahkan detail kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW saat peristiwa Isra Miraj.

3. Rajaban (Cirebon)


Di Cirebon, Jawa Barat, peringatan yang dikenal dengan istilah Rajaban ini diisi dengan kegiatan ziarah.

Warga biasanya akan berziarah ke Plangon, tempat peristirahatan Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan yang dikenal jasanya dalam menyebarkan ajaran agama Islam.


Keraton Kasepuhan Cirebon juga menggelar pengajian yang ditutup dengan pembagian Nasi Bogana kepada warga keraton, kaum masjid, abdi dalem, hingga masyarakat sekitar.

Sajian istimewa ini terdiri dari nasi dengan lauk pauk lengkap seperti kentang, telur, ayam, tempe, tahu, dan parutan kelapa yang diolah dengan bumbu kuning.

4. Tradisi Nganggung (Bangka Belitung)


Menyeberang ke luar Jawa, tepatnya masyarakat di Pangkalpinang, Bangka Belitung, merayakan Isra Miraj dengan tradisi Nganggung.

Tradisi ini pada dasarnya adalah makan bersama di masjid yang bertujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Keunikan Nganggung terlihat dari cara penyajiannya, dimana warga membawa makanan dari rumah masing-masing menggunakan dulang (talam) atau rantang.

Menu yang dibawa sangat beragam, mulai dari kue-kue, buah-buahan, hingga nasi lengkap dengan lauknya.

Prosesi tradisi Nganggung ini dibuka melalui lantunan doa-doa serta bacaan shalawat, yang kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dulang secara bersama-sama tepat setseelah imam masjid mempersilakan.

5. Kirab Hadrah (Solo)


Kota Solo di Jawa Tengah merayakan momen ini dengan suasana yang meriah melalui Kirab Hadrah.

Jalanan kota akan dipenuhi arak-arakan yang berjalan menuju Balai Kota. Peserta kirab biasanya terdiri dari kelompok pengajian dan santri pesantren.

Sepanjang perjalanan, para peserta akan melantunkan shalawat diiringi tabuhan rebana.

Tradisi ini selalu berhasil menyedot perhatian warga sekitar dan menjadi tontonan yang menarik.

Tradisi ini kemudian ditutup bersama-sama dengan perayaan Isra Miraj di masjid.

6. Tradisi Maapam (Sumatera Barat)


Menjelang Isra Miraj, Di Sumatera Barat, kaum ibu-ibu akan berkumpul untuk membuat kue apam bersama-sama.

Kue ini berbahan dasar tepung beras yang ditumbuk, dicampur dengan santan kelapa, garam, dan pemanis alami seperti gula aren.

Semua bahan kemudian diaduk menjadi bentuk adonan putih yang lezat.

7. Kenduri (Kebumen)


Di Desa Watulawang, Kebumen. warga melakukan tradisi Kenduri untuk memperingati Isra Miraj.

Tradisi ini dilakukan dengan setiap keluarga yang membawa nasi dan lauk pauk dari rumah masing-masing ke rumah sesepuh desa.

Di rumah sesepuh desa tersebut semuanya berkumpul, saling bertukar makanan satu sama lain.

8. Nyadran Desa (Semarang/Siwarak)


Masyarakat di Siwarak, Gunungpati, Jawa Tengah, merayakan Isra Miraj dengan tradisi Tradisi Nyadran Desa, dimana masyarakat setempat akan menggelar kirab budaya yang arak-arakan replika hewan dan hasil bumi dengan semarak dengan iringan musik khas daerah.

Tak hanya arak-arakan, acara ini juga menyuguhkan atraksi menarik seperti seni bela diri pencak silat, tarian tradisional, serta cerita sejarah Siwarak.

9. Ambengan (Jawa Timur dan Jawa Tengah)


Terakhir, ada tradisi yang sangat familiar bagi masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah, yaitu Ambengan.

Istilah Ambengan ini memiliki arti makan bersama.

Warga akan membawa hidangan dari rumah ke masjid atau mushola menjelang waktu shalat Maghrib.

Makanan-makanan tersebut kemudian dinikmati bersama-sama atau dibagikan kembali untuk dibawa pulang setelah selesai shalat berjamaah dan pengajian.

Ragam tradisi ini memperlihatkan perpaduan antara nilai spiritual peristiwa Isra Miraj dan kearifan lokal Nusantara.

Lebih dari sekadar perayaan, tradisi-tradisi tersebut juga menjadi pengikat silaturahmi sekaligus wujud cinta kasih umat muslim kepada Nabi Muhammad SAW. (Aqbil Faza Maulana)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#tradisi unik #perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW #Isra Miraj 2026 #Indonesia