Jalan kaki setiap hari adalah salah satu bentuk aktivitas fisik paling sederhana yang bisa dilakukan siapa pun tanpa alat khusus, tapi sering muncul pertanyaan: haruskah mencapai 10 ribu langkah sehari agar tubuh tetap bugar? Studi dan pendapat para ahli justru menunjukkan jawaban yang lebih fleksibel daripada sekadar angka mutlak.
Praktisi kebugaran dr. Anita Suryani, SpKO dari EMC Healthcare, yang juga pernah mendampingi timnas dayung Indonesia di SEA Games, menjelaskan bahwa jumlah langkah yang optimal untuk kesehatan memang bukan satu angka yang berlaku untuk semua orang.
Selama ini angka 10 ribu langkah populer sebagai standar, tetapi menurut dr. Anita target yang lebih realistis sebenarnya berada pada sekitar 8.500 langkah per hari.
Menurut dr. Anita, jalan kaki di atas angka tersebut bisa membuat tubuh lebih fit, tapi bukan berarti angka 10 ribu itu wajib dicapai setiap hari. Jumlah tersebut lebih merupakan gambaran umum tentang gaya hidup aktif.
Jika tubuh sudah terbiasa dan siap, langkah harian bisa ditingkatkan di atas itu, namun bagi banyak orang, terutama yang baru memulai rutinitas bergerak, mencapai target yang sedikit lebih rendah pun tetap memberi manfaat kesehatan yang nyata.
Jalan kaki sendiri sudah terbukti efektif membantu mengaktifkan pembuluh darah, menjaga tekanan darah, serta memberi stimulus bagi jantung agar tetap bekerja optimal.
Aktivitas ini juga membantu metabolisme tubuh berjalan lebih baik dan bisa mendukung pengendalian berat badan ketika dilakukan secara konsisten setiap hari.
Manfaat jalan kaki tidak hanya soal jumlah langkah. Durasi dan konsistensi memainkan peran besar dalam memberikan efek positif bagi tubuh.
Jalan kaki selama 30–60 menit sehari dengan kecepatan stabil bisa meningkatkan produksi endorfin, hormon yang membuat tubuh merasa lebih baik dan membantu menurunkan stres.
Aktivitas seperti ini juga membantu memperlancar sirkulasi darah dan menjaga kesehatan mental.
Beberapa ahli juga menekankan bahwa fokus pada angka langkah saja bisa membuat orang justru merasa terbebani. Bagi mereka yang baru mulai bergerak, tujuan yang realistis dan bertahap bisa membantu membangun kebiasaan sehat tanpa risiko kelelahan atau cedera.
Misalnya, target awal sekitar 7.000–8.500 langkah sehari sudah dipandang cukup untuk meningkatkan kebugaran dan menurunkan risiko penyakit kronis, bahkan bila belum mencapai 10 ribu.
Yang jelas, kegiatan berjalan kaki baik dilakukan dalam keseharian secara konsisten. Kombinasi antara durasi cukup, intensitas sesuai kemampuan tubuh, dan kebiasaan berjalan yang teratur jauh lebih penting daripada sekadar mengejar angka tertentu.
Jalan kaki yang rutin mampu menjadikan tubuh lebih bugar, kondisi mental lebih stabil, serta mendukung kualitas hidup secara keseluruhan dan itu sudah merupakan langkah besar menuju gaya hidup sehat tanpa perlu terobsesi dengan satu angka tertentu setiap harinya.
Writer Naela Alfi Syahra