Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ikuti Tren Layang-Layang, Anak-Anak Kebonagung, Imogiri Hanya Bermodalkan Video YouTube untuk Buat Layangan

Cintia Yuliani • Sabtu, 6 September 2025 | 15:30 WIB

 

 

Penghobi menerbangkan layang-layang berukuran besar di Lapangan Kebonagung, Kapanewon Imogiri, Bantul, Minggu (20/7/2025). Musim kemarau didukung angin yang cukup kencang.
Penghobi menerbangkan layang-layang berukuran besar di Lapangan Kebonagung, Kapanewon Imogiri, Bantul, Minggu (20/7/2025). Musim kemarau didukung angin yang cukup kencang.
 

RADAR JOGJA - Membuat layang-layang dengan bentuk yang tak lagi sederhana turut dilakukan oleh anak-anak dari Kebonagung, Imogiri. Hanya bermodalkan video YouTube, Muhammad Ilham, 12, dan Daffa Amar Saputra, 13, berhasil membuat layangan naga dengan panjang 60 meter.

 Daffa mengaku, sudah menyukai layangan sejak 2022. Setiap musim kemarau dan mulai berangin, dia tidak pernah absen memainkannya. “Mainnya di Lapangan Kebonagung, kadang juga di sawah,” ujarnya saat ditemui di Lapangan Kebonagung Kamis (28/8). 

 Baca Juga: Prediksi Ukraina vs Prancis Kualifikasi Piala Dunia Grup D Sabtu 6 September Kick Off 01.45, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Daffa menyebut, lebih tertarik membuat layangan naga. Meski membutuhkan waktu tiga minggu dan biaya Rp 1 juta, dia tidak menyesalinya.

Bahkan sejak tiga tahun lalu, dia berhasil membuat 10 layangan naga. Semuanya hanya bermodalkan video dari YouTube.

Sementara Ilham yang kini duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar mulai menyukai layang-layang sejak 2023. Awalnya ia memainkan jenis bapangan. Namun, sejak 2024 dia mulai tertarik membuat layangan naga. 

 Baca Juga: Target Zakat Baznas Kota Jogja Rp 11,7 Miliar, Baru Sentuh 60 Persen

“Kalau layangan naga ini buat sendiri, dibantu teman-teman,” katanya.

 

Meski sudah lama, layangan naga miliknya tetap disimpan. Jika ada kerusakan, dia memperbaikinya agar bisa kembali dimainkan. 

 

Hampir setiap hari, Ilham bermain layangan di lapangan Jalan Imogiri-Siluk, Mandingan. Dia hanya akan absen saat hujan dan tak ada angin. "Jam 14.00-17.30, pas adan baru pulang,” jelasnya.

 

Saat menerbangkan layangan bentuk naga, Ilham selalu dibantu rekannya. Sepuluh orang akan bekerja sama agar naga bisa terbang.

 

Selain layangan naga, Ilham juga memiliki layangan berbentuk lebah. Namun dia juga menyukai semua jenis layangan. Seperi bapangan, pegon, hingga papiran. 

 

Tidak hanya membuat, Ilham pun turut menjual layangannya. Paling murah seharga Rp 2 ribu, jenis layangan bapangan dihargai Rp 50 ribu, dan layangan naga tembus lebih dari Rp 1 juta. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#layang-layang #Siluk #Lapangan Kebonagung #Jalan Imogiri #layangan #Youtube #Kebonagung #Imogiri #naga #layangan naga