Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Layangan Berbentuk Naga dan Daplangan Masih Menjadi Primadona Pembeli

Anom Bagaskoro • Sabtu, 6 September 2025 | 14:00 WIB

 

 

UNIK: Layang-layang tak lagi berbentuk diamond. Kini banyak perajin dan pehobi yang membuat layangan dengan aneka bentuk.
UNIK: Layang-layang tak lagi berbentuk diamond. Kini banyak perajin dan pehobi yang membuat layangan dengan aneka bentuk.

RADAR JOGJA - Perkembangan zaman membuat bermain layang-layang menjadi aktivitas yang turut digemari semua kalangan. Utamanya saat musim kemarau dengan intensitas angin tinggi, membuat hobi menerbangkan layang menarik dicoba. Dampaknya, banyak perajin layangan ketiban rejeki.

Perajin sekaligus pehobi layangan Triyanto menyampaikan, setiap musim kemarau dirinya bak ketiban cuan. Lantaran, banyak pesanan pembuatan layangan. Tentu, layangan pesanan pembeli memiliki bentuk beraneka ragam.

 Baca Juga: Prediksi Ukraina vs Prancis Kualifikasi Piala Dunia Grup D Sabtu 6 September Kick Off 01.45, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

"Paling banyak justru layangan naga, kemarin yang bekas saja terjual hingga Rp 6,9 juta," ucap Triyanto Jumat (29/8).

Yanto menjelaskan, kebanyakan pesanan yang masuk meminta layangan berbentuk naga. Model layangan ini, cukup digandrungi anak hingga remaja. Lantaran, bentuknya cukup unik dan berukuran jumbo.

 Baca Juga: Ungkapkan Rasa Duka, Universitas Amikom Jogjakarta Gelar Aksi 1.000 Lilin untuk Almarhum Rheza Sendy Pratama

Model layangan naga biasanya terbuat dari styrofoam di bagian kepala, denga kombinasi bahan kertas dan plastik untuk membentuk tubuhnya. Keunikan layangan naga ada pada perangkaiannya.

Dari kepala, bagian tubuh naga akan disatukan menggunakan tali nylon atupun kenur. Kebanyakan bentuk tubuh akan terbuat dari bidang datar dengan bentuk lingkaran, dan dipasang berantai menggunakan tali. Hal ini, membuat tubuh bisa mencapai panjang lebih dari 50 meter, dengan bagian kepala berdiameter satu meter.

 Baca Juga: Wagub Jateng Lepas Penerbangan Perdana Semarang-Kuala Lumpur, Masyarakat Sambut Antusias

Selain layangan model naga, layangan daplangan juga masih banyak diminati pembeli. Salah satu pembuatnya adalah Andri Novianto. Layangan daplangan atau sering disebut gapangan biasnaya memiliki sayap panjang dari setengah meter hingga dua meter. Biasanya, layangan ini dipasangi sindaren yang memberikan bunyi nyaring saat diterbangkan.

 

"Setiap hari pasti ada pesanan daplangan, harga mulai dari seratus ribu hingga setengah juta," ucapnya.

 

Andri menyampaikan, saat musim layangan dirinya selalu kebanjiran pesanan. Walau memiliki bentuk sederhana, layangan daplangan tetap menjadi pilihan untuk dibeli. Terkadang sebagai pembuat dirinya memodifikasi layangan daplangan dengan ukuran yang diperbesar hingga lebar lima meter.

 

Selain memperlebar layangan, pembuat juga menambahkan motif pada kertas atau palstik bahan layang-layang. Beragam motif layangan seperti gambar anime dan Jolly Roger sempat diminati pembeli. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#layang-layang #kemarau #tradisional #hobi #musim layangan #Daplangan #perkembangan zaman #layangan #naga