JOGJA - Kegiatan membaca kini mulai banyak digemari oleh anak muda. Fenomena tersebut tampak dari eksisnya komunitas membaca. Salah satunya Radio Buku.
Ketua Program Klub Baca Radio Buku Aloysius Gilang Andertti mengatakan, komunitasnya dibentuk pada 2010. Namun sejak sembilan tahun terakhir, Radio Buku membuka program klub baca.
Gilang menjelaskan, klub baca merupakan sebuah wadah diskusi bagi anggota komunitas untuk membahas berbagai macam buku. Tidak ada batasan dalam pembahasannya, buku baru maupun koleksi lama tetap diulas.
“Buku yang dibahas sesuai usul anggota komunitas,” ujar Gilang saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon Jumat (15/8).
Selain itu, kata Gilang, melalui program klub baca diharapkan dapat mewadahi anggota komunitas yang memiliki minat membaca dan menulis. Sebab juga dilakukan sesi penulisan booklet seusai sesi diskusi.
Dia menyatakan, lewat kegiatan menulis booklet tersebut, diharapkan juga sebagai bentuk dokumentasi pengetahuan. Sehingga apa yang sudah dilakukan dalam program tersebut tidak terlupakan begitu saja.
Baca Juga: Waspada! 39 Kasus Malaria Muncul di Yogyakarta, Kenali Gejala dan cara pencegahannya
Diketahui, klub baca Radio Buku juga tidak membatasi siapapun untuk bergabung. Komunitas yang bermarkas di Padukuhan Geneng, Sewon, Bantul itu menerima anggota dari berbagai latar belakang maupun strata pendidikan.
Gilang menyebut, animo masyarakat untuk mengikuti klub baca di Radio Buku juga tergolong tinggi. Terlebih jika kegiatannya dilaksanakan di pusat kota.
“Lewat gerakan ini kami ingin mengajak siapa pun membaca dan belajar menulis, bentuk buku yang didiskusikan juga tidak berbatas,” jelasnya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita