Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gen Z Sering Curhat ke ChatGPT, Ternyata Ini Penyebab Mereka Rentan Stres

Bahana. • Jumat, 15 Agustus 2025 | 01:45 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA- Fenomena unik muncul di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Generasi Z atau Gen Z kini semakin sering memanfaatkan platform berbasis AI seperti ChatGPT untuk mencurahkan isi hati mereka.

Mulai dari masalah sekolah, pekerjaan, hubungan, hingga kegelisahan hidup, banyak yang memilih “berbicara” kepada AI dibandingkan manusia.

Kondisi ini menimbulkan perhatian dari para pakar psikologi.

Mereka menilai, meskipun curhat kepada AI dapat memberikan rasa lega secara instan, fenomena ini menunjukkan adanya kecenderungan Gen Z mengandalkan teknologi sebagai pelarian emosional.

Pakar mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang membuat Gen Z rentan mengalami stres:

1. Paparan Media Sosial

Generasi Z diketahui menghabiskan porsi waktu yang lebih besar untuk beraktivitas di media sosial dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

Intensitas penggunaan yang tinggi tersebut menjadi salah satu faktor signifikan yang berpotensi meningkatkan kerentanan mereka terhadap berbagai masalah dan gangguan kesehatan mental.

2. Pandangan Pesimis Terhadap Dunia

Sebagian besar Gen Z memiliki pandangan pesimis terhadap dunia akibat berbagai krisis global, tekanan sosial, dan tantangan ekonomi, seperti sulitnya memperoleh pekerjaan layak, tingginya biaya pendidikan, serta standar kesuksesan yang dibentuk media. Faktor-faktor ini secara perlahan mengikis optimisme mereka.

3. Ketidakpastian Masa Depan

Gen Z tidak hanya menghadapi tantangan dalam isu-isu sosial dan politik, tetapi juga harus beradaptasi dengan perubahan cepat dalam masyarakat dan teknologi.

Ketidakpastian akan masa depan dan perubahan yang konstan seringkali memicu rasa cemas dan stres di kalangan mereka.

4. Terisolasi dari Lingkungan

Survei menunjukkan hampir separuh responden Gen Z menggunakan internet selama 10 jam atau lebih setiap hari.

Akibatnya, waktu untuk berinteraksi secara langsung dengan orang lain menjadi semakin sedikit.

Kondisi ini mendorong timbulnya rasa terisolasi dan kesepian, yang pada akhirnya meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental.

Meski teknologi dapat menjadi alat bantu awal untuk mengekspresikan perasaan, dukungan dari interaksi sosial langsung dan tenaga profesional tetap penting untuk menjaga kesehatan mental.

Keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata menjadi kunci agar generasi ini dapat menghadapi tantangan zaman dengan mental yang lebih kuat.

Penulis: Adella Haviza

Editor : Bahana.
#ai #ChatGPT #stres #Gen Z