JOGJA - Dian Sastrowardoyo yang menggunakan kebaya janggan dalam film Gadis Kretek membuat pamor pakaian ini semakin diminati. Penjahit kebaya pun diketahui mengalami banjir pesanan untuk kebaya jenis ini.
Pemilik usaha House of Iza R Ay Sekarlangit Dewandaru Aisha Puri mengatakan, naiknya pamor kebaya janggan memang cukup berdampak pada permintaan konsumen terhadap salah satu jenis kebaya modern tersebut. Dalam satu dua bulan terakhir ini, usahanya mampu mendapat 10-15 pesanan pembuatan untuk model janggan.
Baca Juga: BNN Sleman Komitmen Kuatkan Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan Narkoba
Menurut dia, khusus untuk kebaya janggan paling banyak dipesan oleh kalangan mahasiswa. Selain itu juga diminati oleh perempuan yang berprofesi seperti dosen, dokter, hingga rektor sebagai busana dalam berbagai kegiatan resmi.
Sedangkan kalangan masyarakat umum, biasa menggunakannya untuk busana pendamping pengantin. “(Paling banyak dipesan untuk, Red) kebaya bridesmaid maupun kebaya wisuda,” ujar Sekarlangit kepada Radar Jogja Jumat (20/6).
Dia menyampaikan, bahwa juga tidak sedikit konsumen yang ingin membuat kebaya janggan meminta agar diberi sentuhan modern. Sehingga kesan kebaya pun lebih bervariatif kombinasinya dan berbeda dengan kebaya klasik.
Kemudian dari sisi proses pembuatan, Sekarlangit mengaku, pembuatan kebaya janggan juga tidak terlalu sulit. Karena hanya perlu diberi tambahan detail seperti sentuhan payet dan bordir.
Baca Juga: Kemeriahan Ritual Jamasan dan Kirab Satu Suro di Puncak Suroloyo, Titik Tertinggi Kulon Progo
Lalu dari sisi biaya pembuatan, untuk kebaya janggan dihargai Rp 285 ribu. Sementara untuk rok-nya dihargai Rp 150 ribu. “Kami menyelesaikan request modern atau permintaan tambahan detail,” kata Sekarlangit. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita