Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meninggal Akibat Hipotermia: Ini Gejala dan Solusi yang Harus Kamu Tahu Sebelum Naik Gunung!

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 5 Maret 2025 | 18:55 WIB

 

Hipotermia.
Hipotermia.

RADAR JOGJA - Dalam beberapa waktu terakhir, kita sering mendengar kabar mengenai wisatawan atau pendaki gunung yang meninggal akibat hipotermia.

Kondisi ini bisa sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kegagalan organ dan kematian jika tidak segera ditangani.

Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh seseorang turun drastis, biasanya di bawah 35°C, akibat paparan dingin ekstrem.

Lantas, bagaimana cara mengetahui jika kita sedang mengalami hipotermia, apa penyebabnya, dan bagaimana cara menanganinya?

Berikut penjelasannya!


Cek Diri Punya Hipotermia atau Tidak

Gejala hipotermia bisa berkembang secara bertahap, tergantung seberapa lama seseorang terpapar suhu dingin.

Berikut beberapa gejala umum yang bisa Anda waspadai untuk mengetahui apakah Anda atau orang di sekitar Anda mengalami hipotermia:

Gejala Ringan (Suhu Tubuh 35°C-32°C):

1. Gemetar yang tidak terkendali.
2. Kulit terlihat pucat.
3. Kedinginan ekstrem meskipun sudah mengenakan pakaian tebal.
4. Bingung atau kesulitan berbicara.
5. Koordinasi tubuh terganggu, seperti sulit berjalan atau menggenggam sesuatu.


Gejala Menengah (Suhu Tubuh 32°C-28°C):

1. Gemetar semakin lemah atau berhenti sama sekali.
2. Pernafasan melambat dan nadi menjadi lebih lemah.
3. Kebingungan dan kebingungan meningkat.
4. Tangan dan kaki menjadi sangat dingin dan kaku.
5. Mual atau muntah.


Gejala Berat (Suhu Tubuh <28°C):


1. Tidak bisa bergerak atau berbicara dengan jelas.
2. Kulit menjadi biru (sianosis).
3. Koma atau kehilangan kesadaran.
4. Nadi dan pernapasan menjadi sangat lambat atau tidak ada sama sekali.


Penyebab Hipotermia

Beberapa faktor dapat menyebabkan tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada yang bisa diproduksi.

Beberapa penyebab umum hipotermia adalah:

Paparan Cuaca Dingin Ekstrem: Salah satu penyebab utama adalah berada di luar ruangan dalam cuaca dingin yang ekstrem, terutama jika tidak mengenakan pakaian yang cukup untuk menjaga tubuh tetap hangat.


Kelembaban Tinggi dan Angin Kencang: Kombinasi kelembaban tinggi dan angin kencang dapat menyebabkan penurunan suhu tubuh yang lebih cepat, meskipun suhu udara tidak terlalu rendah.


Basah Terkena Air: Jika tubuh basah karena hujan, salju, atau keringat yang menempel pada pakaian, maka tubuh akan kehilangan panas lebih cepat, mempercepat risiko hipotermia.


Kelelahan dan Dehidrasi: Kelelahan fisik dan kurangnya cairan tubuh dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menghasilkan panas, meningkatkan risiko hipotermia.


Alkohol dan Obat-obatan: Alkohol dapat menyebabkan pembuluh darah melebar, meningkatkan kehilangan panas tubuh.

Beberapa obat juga dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur suhu.


Cara Menangani Hipotermia


Penanganan hipotermia harus dilakukan dengan cepat untuk mencegah kerusakan organ atau kematian. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan:


Segera Pindahkan ke Tempat Hangat: Jika memungkinkan, pindahkan diri atau orang yang terpapar ke dalam ruangan yang hangat atau tempat yang terlindung dari angin dan cuaca buruk.


Hilangkan Pakaian Basah: Pakaian basah dapat memperburuk kehilangan panas.

Gantilah dengan pakaian kering yang tebal, dan pastikan untuk menutupi tubuh, terutama bagian kepala dan kaki.


Hangatkan Tubuh Secara Perlahan: Gunakan selimut atau kain hangat untuk membungkus tubuh, atau berikan minuman hangat yang tidak mengandung alkohol atau kafein.

Jangan menggunakan pemanas langsung (seperti api atau air panas) yang bisa menyebabkan luka bakar.


Pemijatan Ringan: Jika orang yang terpapar hipotermia tidak bergerak, lakukan pemijatan ringan untuk membantu sirkulasi darah.

Namun, hindari pemijatan yang terlalu keras, karena ini bisa merusak jaringan yang sudah beku.


Cari Bantuan Medis: Jika gejala hipotermia sudah parah, segera hubungi layanan medis atau bawa korban ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Di rumah sakit, penanganan lebih lanjut seperti pemanasan aktif (melalui pemanasan tubuh dengan alat medis) mungkin diperlukan.


Hipotermia di Gunung: Kasus Meninggalnya Pendaki


Banyaknya kasus meninggal akibat hipotermia di gunung dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius, terutama di kalangan pendaki.

Faktor-faktor seperti cuaca ekstrem, ketidaksiapan fisik, serta kelalaian dalam membawa perlengkapan yang memadai menjadi penyebab utama.

Pendaki gunung sering kali terpapar suhu ekstrem, terutama saat malam hari atau dalam perjalanan menuju puncak.

Dalam banyak kasus, ketidakmampuan untuk mengenali gejala awal hipotermia dan kurangnya pengetahuan tentang cara mengatasi situasi ini menyebabkan kondisi menjadi lebih parah dan berujung pada kematian.


Karena itu, sangat penting untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik, membawa perlengkapan yang sesuai (seperti pakaian hangat, pelindung dari angin, dan alat komunikasi), serta selalu waspada terhadap kondisi cuaca.

Jangan ragu untuk berbalik jika merasa cuaca memburuk atau tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda hipotermia. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#waspadai #gejala #Meninggal Akibat Hipotermia #hiportemia #naik gunung #Ekstrem #solusi