JOGJA - Tren aktivitas merokok tembakau menggunakan pipa atau cangklong di kalangan anak-anak muda membuat pamor alat tersebut semakin naik. Bahkan banyak di antaranya yang memesan langsung kepada perajin untuk dibuatkan bentuk eksklusif.
Perajin kayu Wahyu Wibowo mengatakan, tren ini memang cukup berdampak pada banyaknya pesanan pipa untuk merokok. Tidak sedikit pula yang memesan menggunakan jenis kayu langka seperti nagasari.
Bowo sapaannya mengungkap, kayu nagasari banyak digemari karena merupakan salah satu kayu yang sulit dicari. Selain itu, bagi sebagian orang kayu tersebut juga dipercaya memiliki kekuatan magis. Sehingga memiliki daya tarik khusus bagi peminatnya.
Menurut dia, dalam membuat kerajinan pipa rokok berbahan dasar kayu nagasari pun tidak sembarangan. Sebab harus melalui proses upacara adat seperti pemanjatan doa dan tumpengan. Sesuai dengan adat tradisi yang sudah ada di lokasi atau desa tempat dimana pohon itu tumbuh.
“Jenis kayu nagasari memang langka, dan proses pengambilan bahannya juga tidak bisa asal ambil,” ujar Bowo kepada Radar Jogja Jumat (31/1/2025).
Tak jarang, dia mendapatkan pesanan custom atau desain sesuai keinginan pelanggan. Namun mayoritas yang diminati biasanya pipa berbentuk ukiran naga.
Dikatakannya, lama waktu untuk membuat satu pipa rokok kayu nagasari juga tergantung dari tingkat kesulitannya. Misal dilihat dari ukuran panjang pendeknya. Kemudian juga asal bahan baku pipa, serta nilai historis dari pohon tempat kayu diambil.
Selain itu, harga pun juga dipengaruhi dari detail ukiran. Semakin detail ukiran, tentunya bahan baku yang digunakan akan semakin banyak. Keterampilan perajin pun diuji jika pelanggan memesan pipa rokok dengan desain atau ukiran yang cukup rumit.
Bowo mencontohkan, salah satu pipa rokok berbahan kayu nagasari yang memiliki harga mahal adalah pipa dengan ukiran naga sepanjang 13 centimeter. Dihargai hingga Rp 650 ribu. “Berbicara tentang mahal dan murah tergantung dari kriterianya,” sebut Bowo.
Soal peminat pipa rokok berbahan dasar kayu nagasari, pemilik Galihsari Art yang beralamat di Keparakan Lor MG1/990, Mergangsan, Kota Jogja ini tidak hanya sebatas pasar domestik. Namun dia juga kerap mendapatkan pesanan dari luar negeri.
Editor : Sevtia Eka Novarita