Mendaki Gunung, Kalau Tersesat Apa yang Harus Dilakukan? Ini Tips Jika Tersesat di Gunung
Meitika Candra Lantiva• Selasa, 14 Januari 2025 | 17:39 WIB
Tips mendaki gunung lebih aman.
RADAR JOGJA - Mendaki gunung saat ini menjadi aktivitas yang populer lantaran banyak masyarakat yang ingin merasakan sensasi ketinggian dengan view lautan awan.
Namun, perlu kita ketahui mendaki gunung bukan hanya semata-mata ingin terlihat keren atau sekedar mengikuti trend yang viral.
Pasalnya mendaki gunung harus dilakukan oleh orang yang profesional di bidangnya dan memiliki ketahanan diri cukup baik.
Mendaki gunung merupakan olahraga ekstrem yang perlu perhatian khusus, karena kita tidak tahu bagaimana cuaca bisa berubah-ubah seketika.
Hal ini juga dikarenakan banyak resiko yang ada ketika mendaki gunung seperti cedera, hipotermia, tersesat hingga kehilangan nyawa.
Jika kalian baru pertama kali mendaki gunung, usahakan mengajak orang yang berpengalaman atau yang sudah terbiasa mendaki gunung. Sebisa mungkin hindari mendaki sendirian.
Beberapa tips jika kalian tersesat ketika mendaki gunung bisa jadi bekal buat kalian, simak penjelasan di bawah ini:
ketika kalian merasa sudah tersesat, sebaiknya segera berhenti ditempat dan jangan pergi kemana-mana.
Berusahalah untuk tetap tenang, jangan panik dan hindari berkeliaran kesana kemari.
Berikan Sinyal Bantuan
Memanfaatkan benda-benda disekitar untuk membuat tanda atau sinyal bantuan.
Misalnya cermin, bunyikan peluit untuk menarik perhatian, hidupkan dan matikan senter untuk menarik perhatian, pakaian atau rain cover berwarna cerah untuk menarik perhatian.
Lakukan secara berulang untuk membuat sinyal bantuan.
Pastikan kalian mendaki telah terdaftar secara resmi.
Dengan begitu nama kalian akan tercantum dalam daftar pendakian dan berada dalam pengawasan pihak basecamp.
Apabila kalian tidak kunjung kembali dalam batas pendakian normal, hal ini dapat memudahkan pencarian tim sar jika kalian berada di jalur resmi.
Bawa Perlengkapan Penting
Pastikan membawa perlengkapan untuk bertahan hidup dan pelajari cara menggunakannya.
Seperti shelter, makanan dan air, alat P3K, senter, peta dan kompas, selimut, alat serbaguna, alat pembuat api, dan alat pemberi sinyal seperti peluit.
Berada di Area Terbuka Yang Mudah Dijangkau
Apabila kamu bergerak mencari bantuan, tetaplah berada di area terbuka sehingga membuat dirimu terlihat.
Hindari melewati area pepohonan atau tumbuhan yang lebat dan medan terjal karena mampu menghalangi pergerakan.
Jika malam hari dan cuaca atau angin mulai ekstrem kalian bisa mencari area yang relatif tertutup tapi tetep mudah untuk dijangkau, sehingga paginya kalian bisa kembali ke area terbuka lagi.
Hemat Energi
Dalam kasus ini usahakan kalian menghemat energi untuk dapat bertahan hidup sampai ditemukan oleh tim SAR.
Jangan melakukan aktivitas yang dapat menguras energi dengan cepat.
Usahakan beraktivitas di siang hari dan istirahatlah lebih banyak di malam hari.
Jika mendengar air mengalir maka usahakan dekati dengan syarat mencarinya di siang hari.
Penting untuk selalu menjaga tubuh dalam kondisi hangat atau tidak kedinginan.
Cuaca pegunungan yang cenderung lebih dingin dapat memunculkan hipotermia, bahkan meski cuacanya tidak ekstrem namun kita tidak memiliki shelter tempat berlindung hal itu berpotensi menyebabkan hipotermia juga.
Peralatan gear yang mumpuni akan sangat membantu, jaket gunung yang proper salah satunya bisa jadi faktor penting untuk menahan terpaan hawa dingin pegunungan yang bisa berubah kapan saja.
Berjalan Menuju Puncak
Ketika anda sudah merasa tersesat lebih baik menenangkan pikiran terlebih dahulu, jika waktu masih memungkinkan untuk mencari jalan menuju ke puncak lakukan lah.
Namun jika langit sudah mulai gelap sebaiknya bermalam terlebih dahulu baru dilakukan esok harinya untuk mencari jalan menuju puncak.
Jangan lupa beri tanda di setiap jalan yang sudah kita lalui agar tidak lebih tersesat dan kita tau titik awal kita terserat.
Kenapa ke puncak lagi? Karena ketika kita berada di puncak bisa tau kemana jalur kita turun yang sebenarnya dan kemungkinan besar ada orang di puncak itu anda bisa meminta pertolongan.
Sebisa mungkin jangan pergi mendaki sendirian, kenali gunung yang akan kalian daki dan bawalah peralatan dan kebutuhan yang cukup untuk mendaki gunung.
Hindari mendaki gunung saat cuaca hujan. (Erni Ayu Utami)