RADAR JOGJA - Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan penat dan stres. Salah satunya adalah dengan memberi makan kucing liar atau feeding stray cat.
Salah satu yang kerap melakukannya adalah Dian Murni Kurniasih. Dia mengaku ada kesenangan tersendiri saat melakukan hal ini.
"Kucing liar di jalan atau pasar itu gatau udah bertahan tanpa makan berapa lama. Jadi, ngasih rezeki juga," katanya.
Menurut Dian, kondisi itu berbeda dengan kucing rumahan yang umumnya telah terjadwal makanannya. Sehingga, dia memilih untuk selalu membawa makanan kucing ke mana pun dia pergi.
"Aku bawa yang kering dan dimasukan ke botol gitu. Nanti kalau ketemu aku kasih," ucapnya.
Setiap kali memberi makan kucing, Dian mengaku selalu mendapatkan timbal balik yang baik. Entah itu dengan kucing yang mengeong atau menempel pada dirinya.
"Beda sama manusia yang berisiko. Sudah ditolong kadang timbal baliknya malah enggak enak," ucapnya.
Dian menjelaskan tidak bisa memelihara kucing liar tersebut karena dilarang oleh pemilik kos. Meski begitu, kerap kali dia menaruh makanan kucing di depan kosnya.
"Aku lakukan karena pecinta kucing aja. Soalnya lucu," ujar lulusan Universitas Widya Mataram ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ernani Uswatun Khasanah. Dia mengaku memberi makan kucing liar lantaran kasian.
Dia menilai belum tentu kucing liar ini bisa makan, apalagi ada persaingan dengan sesama kucing. Dalam sebulan setidaknya dia menyisihkan uang Rp 100 ribu untuk membeli pakan kering.
"Aku suka kucing sejak SD karena memang lucu aja. Mereka ini juga gampang ditemuin," katanya.
Ernani mengatakan, dia konsisten memberi makan kucing liar setiap berangkat dan pulang kerja. Dalam satu rute perjalanan dia mengaku bisa menemukan lima kucing liar.
"Ada rasa tenang kalau tahu mereka sudah dapat makan," ucap perempuan asal Kapanewon Ngemplak ini. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita