RADAR JOGJA - Open trip umumnya difasilitasi oleh operator tur dengan tarif cukup terjangkau. Dalam praktiknya, operator tur akan menyediakan segala kebutuhan selama perjalanan. Seperti akomodasi, transportasi, itinerary, sampai aktivitas selama liburan.
CEO Lestari Wisata Jogja Imam Prayitno mengatakan, open trip termasuk alternatif wisata yang cukup diminati dalam beberapa tahun terakhir karena biayanya terjangkau. Tren open trip juga terus meningkat seiring perkembangan teknologi seperti sekarang.
“Solusi bagi mereka yang ingin wisata, kalau kurang anggota keluarga bisa bergabung dengan agenda open trip ini,” katanya kepada Radar Jogja Jumat (27/12/2024).
Dia menuturkan, pihaknya telah menyelenggarakan enam kali open trip pada 2024. Tujuan utamanya Bali, Lombok, dan Banyuwangi. Berdurasi enam hari, termasuk menginap dua malam di Lombok dan satu malam di Bali. “Untuk Februari 2025, kami juga merencanakan open trip ke Bali dan Lombok, dengan durasi yang sama enam hari,” jelasnya.
Imam menjelaskan, saat musim high season seperti Desember ini, pihaknya tidak mengadakan open trip. Hal ini lantaran pada musim tersebut, banyak wisatawan yang sudah merencanakan liburan keluarga. Selain itu, harga hotel serta restoran pun meningkat tajam. “Kami lebih memilih untuk mengadakan open trip di low season, karena saat high season itinerary dan waktu perjalanan tidak bisa diprediksi,” ujarnya.
Pada 2025, dia pun menargetkan untuk mengadakan 12 kali open trip. Hal itu lantaran peminat open trip semakin meningkat. Imam menyebut, hal ini memberikan peluang besar untuk mengembangkan bisnis wisata tersebut. “Open trip menjadi alternatif bagi mereka yang ingin berlibur dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan dengan private trip,” kata Imam.
Dia mengungkapkan, peserta open trip yang bergabung dalam perjalanan wisata ini datang dari berbagai kalangan dan daerah. Seperti Jogja, Magelang, Klaten, Solo, dan Sragen. Pesertanya sangat beragam, ada yang berasal dari kalangan pensiunan yang sudah tidak bekerja, pasangan muda yang sedang bulan madu, hingga mahasiswa.
Baca Juga: Ungkapan Jorginho Tentang Semangat Arsenal: Saya Tidak Bisa Tidak Bahagia Disini
“Dalam satu kloter open trip biasanya ada sekitar 40-50 orang, karena kapasitasnya menggunakan satu bus besar,” ungkapnya.
Setiap trip juga didampingi oleh satu tour leader dari Jogja dan satu tim dokumentasi. Serta tour guide lokal di setiap destinasi wisata yang dikunjungi.
Sementara biaya untuk mengikuti open trip sangat bervariasi. Menyesuaikan durasi perjalanan dan tujuan wisata. Sebagai contoh ke Bali dan Lombok, biaya yang dikenakan adalah sekitar Rp 2.765.000 per orang, dengan fasilitas all include. Mencakup transportasi, akomodasi, makan, dan kegiatan wisata tanpa ada biaya tambahan, kecuali untuk wahana permainan atau belanja oleh-oleh.
Imam menyatakan, harga tersebut sangat kompetitif dan merupakan pilihan yang lebih hemat dibandingkan dengan perjalanan privat, yang biaya per orangnya bisa jauh lebih tinggi. “Beberapa destinasi wisata yang menjadi favorit peserta open trip di tahun 2024 adalah Bali, Banyuwangi, Bromo, dan Dieng,” katanya. (tyo/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita