RADAR JOGJA - Istilah grazing sebenarnya merujuk pada pola makan pada hewan. Dalam bahasa Inggris, kata grazing memiliki arti merumput.
Menggambarkan pola makan dimana hewan, terutama ruminansia seperti sapi, kambing dan domba, mengonsumsi pakan dengan cara merumput atau memakan tanaman yang tumbuh di padang gembala.
Hewan yang melakukan grazing biasanya menghabiskan waktu yang signifikan dalam sehari untuk aktivitas ini.
Sering kali antara 8-12 jam, tergantung pada ketersediaan pakan dan kondisi lingkungan sekitar.
Aktivitas ini penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dari pakan berserat tinggi.
Dalam konteks pola makan manusia, istilah grazing merujuk pada kebiasaan mengonsumsi makanan dalam jumlah kecil secara teratur sepanjang hari, alih-alih mengandalkan pola makan tradisional yang biasanya terdiri dari tiga kali makan besar (sarapan, makan siang, dan makan malam).
Konsep ini sering diadopsi oleh seseorang yang ingin mengelola berat badan, meningkatkan metabolisme, atau menjaga energi sepanjang hari.
Individu yang menerapkan pola grazing biasanya makan 5 hingga 7 kali dalam sehari.
Setiap kali makan, porsi yang diambil lebih kecil dibanding dengan porsi pada waktu makan biasa.
Meski grazing memungkinkan untuk makan lebih sering, penting untuk mengontrol porsi agar tidak mengonsumsi kalori berlebih.
Setiap porsi harus cukup kecil untuk mencegah rasa kenyang berlebihan.
Dengan konsep demikian, grazing bisa membantu menjaga kadar gula darah agar tetap stabil dan memberikan energi yang konsisten sepanjang hari.
Penting untuk memilih makanan sehat saat menerapkan konsep grazing dengan tidak mengonsumsi kalori berlebih dari camilan yang tidak sehat.
Meski grazing bisa bermanfaat, penting untuk mengatur waktu sehingga ritme tubuh tidak terganggu dan terhindar dari masalah pencernaan.
Makanan yang dikonsumsi bisa berupa camilan sehat seperti buah-buahan segar, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, atau yogurt.
Makanan ini tidak hanya memberikan nutrisi yang dibutuhkan, tetapi juga menjaga kadar energi sepanjang hari.
Camilan seperti popcorn tanpa garam, crackers gandum utuh, atau hummus dengan sayuran juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk pola makan grazing.
Selain itu, sebaiknya hindari makanan olahan, tinggi gula, atau tinggi lemak jenuh saat menerapkan pola makan grazing.
Makanan ini bisa menyebabkan lonjakan energi yang cepat diikuti dengan penurunan yang tajam, serta meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti obesitas dan diabetes.
Jika seseorang tidak memilih makanan yang sehat saat grazing, maka kalori yang dikonsumsi bisa berlebihan.
Ini bisa berkontribusi pada peningkatan berat badan dan masalah kesehatan lainnya.
Tanpa kesadaran, grazing bisa berujung pada kebiasaan makan berlebihan, terutama jika tidak ada kontrol terhadap porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)
Editor : Meitika Candra Lantiva