RADAR JOGJA - Pada medio 1990-an, Jogja dikenal memiliki sejumlah tempat hiburan malam berupa diskotik yang menjadi magnet bagi kaum muda.
Salah satu yang paling terkenal di zamannya adalah diskotik Papillon.
Berlokasi di Jl. Mayor Suryotomo No. 26, Ngupasan, Gondomanan, Papillon menjadi tempat berkumpul anak muda Jogja, terutama mereka yang berasal dari kalangan berada.
Baca Juga: Prediksi Deportivo Alaves vs Leganes La Liga Sabtu 30 November Kick Off 22.15, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
Seorang warga yang tinggal di dekat Papillon Agoes Jumianto mengatakan, pada masa kejayaannya diskotik ini mencapai puncak popularitasnya pada kisaran tahun 1996–1998.
Setelah itu, jumlah pengunjung mulai menurun hingga akhirnya tutup secara permanen.
"Kebetulan saya tinggal dekat situ, dari Papillon masih rame sampai tutup saya di situ," katanya pada Radar Jogja, Sabtu (30/11/2024).
Baca Juga: Prediksi Barcelona vs Las Palmas La Liga Sabtu 30 November Kick Off 20.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
Agoes mengingat, bahwa Papillon resmi berhenti beroperasi atau tutup pada akhir 1990-an atau sekitar awal 2000-an.
"Awal tahun 2000 saya pindah rumah dari situ, dan seingat saya Papillon sudah tutup saat saya pindah," kenangnya.
Sebagai warga sekitar, Agoes kerap mengamati aktivitas di Papillon.
Bahkan, ia mengaku pernah beberapa kali masuk ke dalam diskotik tersebut.
Baca Juga: Prediksi West Ham United vs Arsenal Liga Inggris Minggu 1 Desember Kick Off 00.30, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
Ia menggambarkan Papillon sebagai tempat hiburan kelas atas dengan harga makanan dan minuman yang tidak murah.
"Papillon itu tongkrongannya anak muda yang berduit," sebutnya.
Dari segi pengunjung, Agoes menyebut mayoritas adalah pekerja muda lokal Jogja.
Baca Juga: Mbah Guru Matematika dan Pejuang Gubuk Baca, Kisah Dua Guru Inspiratif yang Membawa Pendidikan Indonesia ke Tingkat Baru
Berbeda dengan tren masa kini yang banyak diisi mahasiswa, saat itu perantau relatif sedikit.
Papillon beroperasi dari malam hingga dini hari, biasanya mulai pukul 9 malam hingga 3 pagi.
Musik yang dimainkan di tempat ini didominasi top 40 atau lagu-lagu populer pada masanya.
Baca Juga: Prediksi Wolves vs Bournemouth Liga Inggris Sabtu 30 November Kick Off 22.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
Namun, di acara-acara khusus atau event tertentu, diskotik ini menghadirkan musik yang diiringi oleh disc jockey (DJ) profesional.
"Saya ingat salah satu event yang legend kala itu adalah Jogja Party Abiss (JPA)," tuturnya.
Meskipun Papillon menjadi sorotan karena statusnya sebagai tempat hiburan malam, Agoes menilai keberadaan diskotik ini memberikan dampak positif bagi warga sekitar.
Baca Juga: Prediksi Brentford vs Leicester City Liga Inggris Sabtu 30 November Kick Off 22.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?
Salah satunya adalah kesempatan kerja bagi masyarakat setempat, mulai dari tukang parkir hingga pelayan (waiter).
"Warga sekitar diberdayakan untuk bekerja, mulai dari tukang parkir sampai waiters," tambahnya (iza).
Editor : Winda Atika Ira Puspita