RADAR JOGJA – Anak-anak sering kali susah dalam berinteraksi, bahkan sering kali bandel dalam bertingkah laku.
Mendidik anak juga bukan perkara mudah, apalagi bagi yang tidak pernah berinteraksi dengan mereka atau bahkan tidak menyukai anak-anak.
Namun, ketika kalian menjadi orang tua mau tidak mau harus mendidik anak dan berinteraksi dengan baik pada mereka.
Tak heran jika banyak dari kita memilih untuk konsultasi kepada psikolog atau bahkan ada yang memilih tidak memiliki anak untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.
Beberapa trik psikologi ini bisa jadi pilihan kalian untuk bisa berinteraksi dengan anak-anak. Simak penjelasan di bawah ini:
1. Komunikasi intens, bagi kalian yang ingin berinteraksi dengan anak-anak cobalah untuk berjongkok atau duduk saat berbicara dengan mereka.
Ini dapat meningkatkan perasaan anak-anak untuk merasa dihargai oleh lawan bicaranya. Bukan hanya sekedar dianggap sebagai “anak kecil”.
2. Eksplore pertanyaan, tips selanjutnya cobalah untuk menggalih lebih dalam pertanyaan dari mereka.
Berpura-pura tidak tahu dan tanyakan hal-hal sederhana dengan semangat.
Hal tersebut memunculkan rasa bagi mereka untuk berkomunikasi lebih banyak dan mengeksplore pengetahuan mereka.
Anak-anak suka jika mereka merasa lebih pintar daripada orang dewasa.
3. Memberikan pilihan terbatas, misalnya, “ Kamu mau pakai baju merah atau biru?” untuk memunculkan rasa agar mereka terlatih memutuskan pilihannya.
Hal ini lebih efektif daripada bertanya “Mau pakai baju apa?”, yang mana itu akan membuat mereka merasa bingung menentukan pilihannya.
4. Jangan mengatakan tidak, daripada mengatakan tidak dianjurkan kalian sering berkata “ya” dengan memberikan alasan yang dapat diterima mereka.
Misalnya “ya, kamu boleh bermain dan setelahnya kita makan ya.”
Ini lebih baik karena anak-anak tidak merasa dikekang atau bahkan mereka akan dapat mengeksplore sekitar dengan baik karena selalu mendapat alasan masuk akal.
5. Jadikan asisten, dalam pekerjaan yang memungkinkan anak-anak untuk terlibat didalamnya sebaiknya diajak untuk melakukan hal-hal yang dapat melatih motorik anak.
Hal tersebut dapat memunculkan rasa tanggung jawab mereka dan merekan merasa dipercaya.
6. Bermain untuk rutinitas, anak-anak yang lebih menyukai permainan akan sulit diajak melakukan rutinitas karena mereka lebih suka permainan.
Namun, kalian dapat merubah rutinitas tersebut menjadi permainan yang menyenangkan.
Misalnya “ Siapa yang bisa menyikat gigi paling cepat?” maka, mereka akan menyukai rutinisan seperti menyukai permainan.
7. Beri pujian, untuk menngkatkan kinerja mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari kalian butuh memberikan pujian.
Misalnya, “ Kamu luar biasa, detail gambarmu bagus sekali” dengan memberikan pujian secara spesifik akan lebih efektif disbanding sekedar “Bagus!”.
8. Ekspresi berlebihan, sampaikan emosi kalian dengan cara berlebihan. Hal tersebut dapat menarik perhatian anak.
Misalnya ketika kalian tidak sengaja terjpit maka menangislah.
Hal tersebut dapat memunculkan ekspresi yang ada pada anak-anak. Jadi mereka akan dapat dengan mudah mengekspresikan rasa mereka.
9. Berbuat salah, dalam hal ini kalian cobalah untuk membuat kesalahan dalam beraktivitas dengan anak-anak.
Mereka akan menikmati kesempatan untuk mengoreksi orang dewasa dan akan belajar memecahkan masalah dengan baik.
10. Gunakan kata “Kita” daripada “Kamu”, ini lebih efektif untuk membangun kerjasama dengan mereka dan tidak memunculkan rasa persaingan diantar kalian. Misalnya “Mari kita rapikan mainannya.”
11. Berikan kendali yang terkesan nyata. Misalnya “Mau tidur sekarang atau lima menit lagi?”.
Ini mengajak mereka untuk bertanggung jawab dengan diri mereka dan menghargai setiap hal.
12. Buat hal baru, ketika seorang anak menangis cobalah untuk menunjukkan hal menarik lainnya.
Karena sejatinya mereka suka mengeksplore hal baru.
13. Berimajinasi, mengajak anak-anak berimajinasi dapat memunculkan kreatifitas mereka. Misalnya, “Jika kamu menjadi superhero, apa kekuatanmu?”
14. Jangan takut terlihat konyol, anak-anak menyukai jika orang dewasa dapat berimajinasi bersama mereka.
Hal tersebut menunjukkan tidak ada batas atau perbedaan diantara mereka.
Namun, jangan lupa bahwa setiap anak-anak memiliki keunikan masing-masing.
Tips-tips ini bukanlah solusi mutlak yang harus menjadi paten, tetapi ini bisa menjadi panduan menarik.
Hal penting yang harus kalian ingat yaitu ketulusan dalam memahami dunia mereka.
Anak-anak yang memiliki sudut pandang sendiri-sendiri hal tersebut dapat sangat menarik jika kita mau mendengarkannya. (Erni Ayu Utami)
Editor : Meitika Candra Lantiva