Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Yuk Cari Tahu: Alasan Kenapa Wanita Moodyan

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 13 November 2024 | 21:18 WIB
Ilustrasi wanita moodyan.
Ilustrasi wanita moodyan.

RADAR JOGJA – Perubahan mood dan perasaan seorang wanita dalam satu bulan disebabkan oleh fluktuasi hormon yang terjadi selama siklus menstruasi.

Siklus ini biasanya berlangsung selama 28 hari dan dibagi menjadi empat fase utama: fase menstruasi, fase folikular, fase ovulasi, dan fase luteal.

Setiap fase ini membawa perubahan kadar hormon yang memengaruhi suasana hati, energi, dan perasaan.


1. Fase Menstruasi (Hari 1 - 5)


Fase ini dimulai pada hari pertama menstruasi dan berlangsung sekitar 3-7 hari.

Pada fase ini, kadar hormon estrogen dan progesteron berada pada titik terendah.

Akibatnya, sebagian wanita mungkin merasa lebih lelah, cenderung murung, dan mengalami nyeri atau kram perut.

Kekurangan hormon estrogen membuat suasana hati rentan terhadap stres atau cemas. Beberapa wanita mungkin juga merasa lebih emosional atau sensitif.


2. Fase Folikular (Hari 6 - 14)


Setelah menstruasi berakhir, tubuh memasuki fase folikular.

Kadar hormon estrogen mulai meningkat secara bertahap untuk mempersiapkan tubuh bagi ovulasi.

Peningkatan estrogen ini memberikan efek yang lebih positif pada suasana hati, energi, dan penampilan fisik.

Wanita mungkin merasa lebih bersemangat, percaya diri, dan optimis selama fase ini.

Estrogen membantu meningkatkan produksi serotonin, yang berperan dalam memperbaiki suasana hati, sehingga wanita merasa lebih "menjadi dirinya sendiri".


3. Fase Ovulasi (Sekitar Hari 14)


Fase ovulasi adalah puncak dari siklus menstruasi.

Estrogen mencapai kadar tertinggi dan memicu pelepasan sel telur dari ovarium.

Wanita biasanya merasa paling menarik, energik, dan percaya diri selama fase ini, karena hormon-hormon tersebut memberikan dorongan pada emosi dan suasana hati.

Namun, bagi sebagian wanita, lonjakan hormon ini juga bisa menyebabkan sedikit ketegangan atau kecemasan.


4. Fase Luteal (Hari 15 - 28)


Setelah ovulasi, tubuh masuk ke fase luteal, di mana kadar progesteron meningkat untuk mempersiapkan tubuh jika terjadi kehamilan.

Peningkatan progesteron sering menimbulkan efek menenangkan, tetapi pada beberapa wanita juga dapat menyebabkan perasaan malas, lelah, dan sedikit depresi.

Pada akhir fase luteal, saat kadar estrogen dan progesteron menurun, banyak wanita mengalami gejala PMS (premenstrual syndrome) seperti mudah marah, cemas, dan perubahan mood yang signifikan.

Fluktuasi hormon dalam siklus ini membuat banyak wanita merasa berbeda dari biasanya, mengalami naik turunnya emosi, yang dapat berdampak pada mood dan perilaku. Sudah tidak penasaran bukan kenapa wanita moodyan. (Amrina Rosyada)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#wanita #Cari Tahu #alasan #hormon #Moody #Fase #mood #Wanita Moodyan